Waspada! Diabetes seperi Almarhum Aa Gatot Bisa Sebabkan Stroke
Senin, 09 November 2020 - 22:01 WIB
loading...
Penderita diabetes 1,5 kali lebih mungkin mengalami stroke dibandingkan orang tanpa diabetes. Foto Ilustrasi/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Diabetes yang ditandai dengan gula darah tinggi seperti yang dialami almarhum Gatot Brajamusti dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai kondisi kesehatan, termasuk stroke. Secara umum, penderita diabetes 1,5 kali lebih mungkin mengalami stroke dibandingkan orang tanpa diabetes.
Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat insulin atau menggunakannya dengan benar. Karena insulin memainkan peran penting dalam menarik glukosa ke dalam sel dari aliran darah, penderita diabetes sering kali memiliki terlalu banyak gula dalam darahnya.
(Baca Juga: Psikolog Sebut Orang yang Suka Buat Video Mesum Bisa Jadi Idap Kelainan Seksual )
Menurut laman Medical News Today, seiring waktu, kelebihan gula ini dapat berkontribusi pada penumpukan gumpalan atau timbunan lemak di dalam pembuluh yang memasok darah ke leher dan otak. Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika endapan ini tumbuh, dapat menyebabkan penyempitan dinding pembuluh darah atau bahkan penyumbatan total. Ketika aliran darah ke otak berhenti karena alasan apapun, terjadilah stroke .
Adapun faktor risiko medis untuk stroke meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, masalah pembekuan darah, kolesterol tinggi, penyakit sel sabit, masalah sirkulasi, penyakit arteri karotis, riwayat serangan jantung, stroke, atau TIA sebelumnya.
Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat insulin atau menggunakannya dengan benar. Karena insulin memainkan peran penting dalam menarik glukosa ke dalam sel dari aliran darah, penderita diabetes sering kali memiliki terlalu banyak gula dalam darahnya.
(Baca Juga: Psikolog Sebut Orang yang Suka Buat Video Mesum Bisa Jadi Idap Kelainan Seksual )
Menurut laman Medical News Today, seiring waktu, kelebihan gula ini dapat berkontribusi pada penumpukan gumpalan atau timbunan lemak di dalam pembuluh yang memasok darah ke leher dan otak. Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika endapan ini tumbuh, dapat menyebabkan penyempitan dinding pembuluh darah atau bahkan penyumbatan total. Ketika aliran darah ke otak berhenti karena alasan apapun, terjadilah stroke .
Adapun faktor risiko medis untuk stroke meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, masalah pembekuan darah, kolesterol tinggi, penyakit sel sabit, masalah sirkulasi, penyakit arteri karotis, riwayat serangan jantung, stroke, atau TIA sebelumnya.
Lihat Juga :