Kiat Pangkas Berat Badan Selama Pandemi
Rabu, 11 November 2020 - 07:17 WIB
loading...
Berat badan berlebih dapat mengarah pada penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Foto Ilustrasi/Pinterest
A
A
A
JAKARTA - Semenjak mobilitas menjadi terbatas, mau tak mau kegiatan kantor, sekolah, ataupun aktivitas lain harus dilakukan di rumah. Hal ini rentan membuat berat badan naik selama pandemi.
Bagaimana tidak, menganggur di rumah membuat orang kerap mengonsumsi makanan berlebih. Coba saja lihat perusahaan makanan ringan seperti Oreo dan Ritz Crackers, keduanya mendulang keuntungan yang tinggi di masa pandemi. Penjualan di Amerika Utara dilaporkan meningkat hingga lebih dari 16%. Ya, penduduk Amerika memang senang menyetok makanan selama pandemi. Tak heran terjadi peningkatan berat badan pada penduduknya.
(Baca Juga: Feses Berwarna Gelap Bisa Jadi Pertanda Sakit Maag Parah )
Sebuah survei yang dilakukan Nutrisystem menemukan bahwa 76% penduduk Amerika, telah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 7,25 kilogram antara Maret-Juli 2020. Survei lain yang digodok bulan Agustus lalu oleh RunRepeat, menemukan bahwa 41% dari 10.000 responden di AS naik berat badannya 2,26 kilogram lebih sejak dimulainya karantina di rumah.
Di Indonesia memang tidak ada datanya, akan tetapi gaya hidup kurang aktif (sedentary lifestyle) ditambah lagi hanya berdiam di rumah, sangat mungkin memiliki kecenderungan yang sama dengan di AS. Kita tahu berat badan berlebih bahkan obesitas dapat mengarah pada penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan lain-lain.
Bagaimana tidak, menganggur di rumah membuat orang kerap mengonsumsi makanan berlebih. Coba saja lihat perusahaan makanan ringan seperti Oreo dan Ritz Crackers, keduanya mendulang keuntungan yang tinggi di masa pandemi. Penjualan di Amerika Utara dilaporkan meningkat hingga lebih dari 16%. Ya, penduduk Amerika memang senang menyetok makanan selama pandemi. Tak heran terjadi peningkatan berat badan pada penduduknya.
(Baca Juga: Feses Berwarna Gelap Bisa Jadi Pertanda Sakit Maag Parah )
Sebuah survei yang dilakukan Nutrisystem menemukan bahwa 76% penduduk Amerika, telah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 7,25 kilogram antara Maret-Juli 2020. Survei lain yang digodok bulan Agustus lalu oleh RunRepeat, menemukan bahwa 41% dari 10.000 responden di AS naik berat badannya 2,26 kilogram lebih sejak dimulainya karantina di rumah.
Di Indonesia memang tidak ada datanya, akan tetapi gaya hidup kurang aktif (sedentary lifestyle) ditambah lagi hanya berdiam di rumah, sangat mungkin memiliki kecenderungan yang sama dengan di AS. Kita tahu berat badan berlebih bahkan obesitas dapat mengarah pada penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan lain-lain.
Lihat Juga :