Pentingnya Peran Tenaga Kesehatan untuk Edukasi Penderita Diabetes
Rabu, 11 November 2020 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Ia menekankan penting bagi penderita diabetes dan tenaga kesehatan untuk menguasai manajemen diabetes selama pandemi Covid-19 serta melaksanakan SPM Kesehatan terkait diabetes melitus secara baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, dr. Martina Yulianti, Sp.PD., FINASIM., M.Kes menjelaskan, Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memonitor kondisi kesehatan pasien diabetes di masa pandemi ini.
Manajemen diabetes yang dapat tenaga kesehatan lakukan agar kondisi pasien diabetes tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi serius Covid-19 adalah melakukan pemeriksaan gula darah minimal setahun sekali pada penduduk usia produktif 15-59 tahun, serta pada semua ibu hamil.
“Puskesmas bersama FKTP lainnya juga harus mencapai rasio pasien prolanis terkendali diabetes melitus-nya minimal 5% dari seluruh total pasien diabetes melitus di FKTP tersebut!hal ini tentu memerlukan manajemen yang baik oleh Puskesmas dan seluruh FKTP lainnya,” ungkap dr Martina. (Lihat videonya: Waspada Angka Kejahatan Selama Pandemi Naik)
Sementara itu Kurangnya aktivitas fisik, diet tidak seimbang, level stres yang tinggi serta menurunnya kunjungan kontrol ke FKTP akibat pandemi juga dapat memperburuk kesehatan pasien diabetes yang menjadi tantangan Puskesmas dan FKTP lainnya untuk segera memperbaiki penanganan pasien diabetes melitus. (Iman Firmansyah)
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, dr. Martina Yulianti, Sp.PD., FINASIM., M.Kes menjelaskan, Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memonitor kondisi kesehatan pasien diabetes di masa pandemi ini.
Manajemen diabetes yang dapat tenaga kesehatan lakukan agar kondisi pasien diabetes tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi serius Covid-19 adalah melakukan pemeriksaan gula darah minimal setahun sekali pada penduduk usia produktif 15-59 tahun, serta pada semua ibu hamil.
“Puskesmas bersama FKTP lainnya juga harus mencapai rasio pasien prolanis terkendali diabetes melitus-nya minimal 5% dari seluruh total pasien diabetes melitus di FKTP tersebut!hal ini tentu memerlukan manajemen yang baik oleh Puskesmas dan seluruh FKTP lainnya,” ungkap dr Martina. (Lihat videonya: Waspada Angka Kejahatan Selama Pandemi Naik)
Sementara itu Kurangnya aktivitas fisik, diet tidak seimbang, level stres yang tinggi serta menurunnya kunjungan kontrol ke FKTP akibat pandemi juga dapat memperburuk kesehatan pasien diabetes yang menjadi tantangan Puskesmas dan FKTP lainnya untuk segera memperbaiki penanganan pasien diabetes melitus. (Iman Firmansyah)
(ysw)
Lihat Juga :