Hati-Hati! Konsumsi Telur 1 atau Lebih per Hari Tingkatkan Risiko Diabates hingga 60%
Senin, 16 November 2020 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat yang sama, konsumsi telur juga terus meningkat. Dari tahun 1991 hingga 2009, jumlah orang yang makan telur di China hampir dua kali lipat.
Sementara hubungan antara makan telur dan diabetes sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terkena diabetes, yang ditentukan oleh glukosa darah puasa.
"Apa yang kami temukan adalah bahwa konsumsi telur jangka panjang yang lebih tinggi (lebih dari 38 gram per hari) meningkatkan risiko diabetes di antara orang dewasa China sekitar 25%," jelasnya.
"Lebih lanjut, orang dewasa yang rutin makan banyak telur (lebih dari 50 gram, atau setara dengan satu telur, per hari) memiliki peningkatan risiko diabetes hingga 60%," sambungnya.
Efek juga ditemukan lebih jelas pada wanita daripada pria. Dr Li menyebutkan bahwa sementara hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi telur yang lebih tinggi secara positif terkait dengan risiko diabetes pada orang dewasa China, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat.
"Untuk mengalahkan diabetes, diperlukan pendekatan multi-segi yang tidak hanya mencakup penelitian, tetapi juga seperangkat pedoman yang jelas untuk membantu menginformasikan dan membimbing publik. Studi ini adalah satu langkah menuju tujuan jangka panjang itu," ujarnya.
Sementara hubungan antara makan telur dan diabetes sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terkena diabetes, yang ditentukan oleh glukosa darah puasa.
"Apa yang kami temukan adalah bahwa konsumsi telur jangka panjang yang lebih tinggi (lebih dari 38 gram per hari) meningkatkan risiko diabetes di antara orang dewasa China sekitar 25%," jelasnya.
"Lebih lanjut, orang dewasa yang rutin makan banyak telur (lebih dari 50 gram, atau setara dengan satu telur, per hari) memiliki peningkatan risiko diabetes hingga 60%," sambungnya.
Efek juga ditemukan lebih jelas pada wanita daripada pria. Dr Li menyebutkan bahwa sementara hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi telur yang lebih tinggi secara positif terkait dengan risiko diabetes pada orang dewasa China, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat.
"Untuk mengalahkan diabetes, diperlukan pendekatan multi-segi yang tidak hanya mencakup penelitian, tetapi juga seperangkat pedoman yang jelas untuk membantu menginformasikan dan membimbing publik. Studi ini adalah satu langkah menuju tujuan jangka panjang itu," ujarnya.
Lihat Juga :