Peneliti Italia Klaim Berhasil Kembangkan Vaksin COVID-19
Senin, 11 Mei 2020 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah tahap paling maju dari pengujian kandidat vaksin yang dibuat di Italia. Tes manusia diharapkan (selesai) setelah musim panas ini," kata Aurisicchio seperti dilansir laman Times Now News.
Sesuai tes yang dilakukan di Rumah Sakit Spallanzani Roma, vaksin tersebut memiliki antibodi yang dihasilkan pada tikus yang bekerja pada sel manusia.
"Sejauh yang kami tahu, kami adalah yang pertama di dunia sejauh ini, yang telah menunjukkan netralisasi virus corona dengan vaksin. Kami berharap ini terjadi pada manusia juga," tambah Aurisicchio.
Menurut laporan tersebut, semua kandidat vaksin yang sedang dibuat didasarkan pada bahan genetik dari lonjakan protein DNA. Kandidat vaksin ini disuntikkan dengan teknik yang disebut elektroporasi, yang terdiri dari injeksi intramuskuler diikuti oleh impuls listrik singkat. Cara itu membantu vaksin masuk ke dalam sel dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
Hal tersebut membuat vaksin sangat efektif untuk menghasilkan antibodi fungsional terhadap protein lonjakan, khususnya dalam sel paru-paru yang diketahui paling rentan terhadap virus corona. Berdasarkan temuan ini, para peneliti pun berharap dapat menguji vaksinnya pada manusia setelah musim panas.
Sesuai tes yang dilakukan di Rumah Sakit Spallanzani Roma, vaksin tersebut memiliki antibodi yang dihasilkan pada tikus yang bekerja pada sel manusia.
"Sejauh yang kami tahu, kami adalah yang pertama di dunia sejauh ini, yang telah menunjukkan netralisasi virus corona dengan vaksin. Kami berharap ini terjadi pada manusia juga," tambah Aurisicchio.
Menurut laporan tersebut, semua kandidat vaksin yang sedang dibuat didasarkan pada bahan genetik dari lonjakan protein DNA. Kandidat vaksin ini disuntikkan dengan teknik yang disebut elektroporasi, yang terdiri dari injeksi intramuskuler diikuti oleh impuls listrik singkat. Cara itu membantu vaksin masuk ke dalam sel dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
Hal tersebut membuat vaksin sangat efektif untuk menghasilkan antibodi fungsional terhadap protein lonjakan, khususnya dalam sel paru-paru yang diketahui paling rentan terhadap virus corona. Berdasarkan temuan ini, para peneliti pun berharap dapat menguji vaksinnya pada manusia setelah musim panas.
(tsa)
Lihat Juga :