Anak Belajar Berpuasa, Asupan Gizi Tetap Harus Terpenuhi
Senin, 11 Mei 2020 - 14:45 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Seorang anak masih perlu tumbuh dan berkembang sehingga harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup meski berpuasa Ramadhan. Hal ini ditegaskan oleh Cut Nurul Hafifah, Sp.A (K) Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Metabolik RS Pondok Indah – Pondok Indah.
Bagi anak yang sedang berpuasa, dr. Cut mengatakan agar orangtua memastikan anak mendapat makanan bergizi saat sahur maupun berbuka puasa. "Yaitu makanan yang mengandung makronutrien (makanan utama) dan mikronutrien (makanan yang mengandung vitamin dan mineral) yang dibutuhkan oleh tubuh," kata dr. Cut.
Orang tua juga dapat memberikan makanan yang mengenyangkan pada saat sahur yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak. Sebaliknya, hindari memberikan anak makanan yang mengandung gula sederhana, seperti makanan ringan yang manis. Orangtua dapat memberikan susu yang merupakan sumber zat gizi yang lengkap untuk anak pada saat sahur dan berbuka.
Jangan lupa semangati mereka dan ucapkan kata-kata pujian ketika mereka sedang berpuasa dan berhasil menahan lapar dan haus. Namun dr. Cut mengingatkan agar orangtua mengawasi tanda bahaya dehidrasi dan hipoglikemia pada anak. Segera sudahi berpuasa bila anak tidak sanggup melanjutkan. "Pada saatnya, perlahan tapi pasti, anak Anda akan terbiasa berpuasa Ramadhan," kata dr. Cut.
Sementara itu dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK – dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah – Pondok Indah menyampaikan, ketika membangunkan anak sahur jangan mendadak. Sebaiknya bangunkan satu jam lebih awal sebelum sahur. Sehingga anak dalam keadaan siap sahur.
"Jadi waktu sahur moodnya sudah bagus. Kasih makanan yang komposisinya lengkap. Jangan hanya makan roti putih saja dengan selai cokelat. Ini indeks glikemiknya tinggi sehingga anak cepat lapar lagi," katanya.
Bagi anak yang sedang berpuasa, dr. Cut mengatakan agar orangtua memastikan anak mendapat makanan bergizi saat sahur maupun berbuka puasa. "Yaitu makanan yang mengandung makronutrien (makanan utama) dan mikronutrien (makanan yang mengandung vitamin dan mineral) yang dibutuhkan oleh tubuh," kata dr. Cut.
Orang tua juga dapat memberikan makanan yang mengenyangkan pada saat sahur yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak. Sebaliknya, hindari memberikan anak makanan yang mengandung gula sederhana, seperti makanan ringan yang manis. Orangtua dapat memberikan susu yang merupakan sumber zat gizi yang lengkap untuk anak pada saat sahur dan berbuka.
Jangan lupa semangati mereka dan ucapkan kata-kata pujian ketika mereka sedang berpuasa dan berhasil menahan lapar dan haus. Namun dr. Cut mengingatkan agar orangtua mengawasi tanda bahaya dehidrasi dan hipoglikemia pada anak. Segera sudahi berpuasa bila anak tidak sanggup melanjutkan. "Pada saatnya, perlahan tapi pasti, anak Anda akan terbiasa berpuasa Ramadhan," kata dr. Cut.
Sementara itu dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK – dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah – Pondok Indah menyampaikan, ketika membangunkan anak sahur jangan mendadak. Sebaiknya bangunkan satu jam lebih awal sebelum sahur. Sehingga anak dalam keadaan siap sahur.
"Jadi waktu sahur moodnya sudah bagus. Kasih makanan yang komposisinya lengkap. Jangan hanya makan roti putih saja dengan selai cokelat. Ini indeks glikemiknya tinggi sehingga anak cepat lapar lagi," katanya.
Lihat Juga :