Asap Rokok Jadi Penyebab Terbesar Kanker Paru di Dunia

Kamis, 26 November 2020 - 02:08 WIB
loading...
Asap Rokok Jadi Penyebab...
Data GLOBOCAN 2018, kanker paru di Indonesia menempati posisi atas sebagai kanker mematikan yang merenggut 26.095 jiwa dari 30.023 kasus yang terdiagnosa. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Menurut data GLOBOCAN 2018, kanker paru di Indonesia menempati peringkat pertama sebagai kanker paling mematikan yang merenggut sebanyak 26.095 jiwa dari 30.023 kasus yang terdiagnosa di 2018.

Artinya, tidak kurang dari 71 orang meninggal setiap hari karena kanker paru. Bahkan, selama lima tahun terakhir, kasus kanker paru di Indonesia meningkat 10,85%, sehingga menempatkan Indonesia pada zona serius. (Baca juga: Hadapi Penyakit Kanker, Feby Febiola Pasrahkan Hidup Sama Tuhan )

Salah satu cara untuk menekan prevalensi kanker paru di Indonesia adalah dengan cara mengendalikan dan menurunkan prevalensi rokok serta mengendalikan polusi udara.

Berdasarkan penelitian, sedikitnya 80-90% kematian akibat kanker paru di dunia disebabkan oleh asap rokok. Namun, selain berbahaya bagi perokok aktif, asap rokok juga merugikan perokok pasif atau second hand smoker.

Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof. dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K), mengatakan, Di dalam asap rokok terdapat kandungan berbagai zat karsinogen dan mengotori udara sedangkan udara juga banyak mengandung zat karsinogen.

Udara dengan zat polusi itu tersebar di lingkungan. Akibatnya, orang yang tidak merokok berpotensi menghirup zat-zat karsinogen itu dan dapat menimbulkan berbagai penyakit paru, salah satunya kanker paru.

Gejala kanker paru sulit dibedakan dengan gejala berbagai penyakit paru lainnya, terutama gejala saluran napas karena tidak khas, bisa dengan gejala batuk lama, batuk darah, sesak napas, atau nyeri dada. Namun kadang muncul dengan gejala lain, seperti menurunnya berat badan, demam tidak terlalu tinggi tapi tidak respon dengan obat penurun panas.

“Karena gejala tidak khas, maka sering terabaikan sehingga kanker tersebut telah berada pada stadium lanjut. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga bisa terkena kanker paru. Bahkan kadang kanker paru itu kanker paru sekunder yaitu kanker dari organ tubuh lain yang menyebar ke paru. Biasanya, kanker yang sering menyebar ke paru dari organ-organ tertentu seperti kanker payudara, ovarium, serviks, tulang, usus besar, prostat, dan testis,” terang Prof Elisna dalam edukasi publik #LUNGTalk, bertajuk “Akses Pengobatan Kanker Paru: Tantangan dan Harapan”. (Baca juga: 5 Wanita dengan Zodiak Ini Tertarik pada Pria Lebih Muda )

Kanker paru sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni kanker paru sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC) dan kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC). Jenis kanker NSCLC/KPBSK terbagi dalam banyak jenis tetapi yang terbanyak adalah 3 jenis sel kanker paru yakni adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel besar.

“Jenis kanker paru yang terbanyak pada perokok aktif maupun pasif adalah kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) khususnya adenokarsinoma. Sel kanker tersebut berkembang di dalam jaringan saluran napas (epitel bronkus) dan menginvasi jaringan sekitar dan bahkan menyebar ke organ lain sekitar rongga toraks hingga organ yang jauh melalui darah dan kelenjar limpa,” jelas Prof Elisna.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Netanyahu Akui Terkena...
Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Berita Terkini
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Tantangan Fajar Nugra...
Tantangan Fajar Nugra dan Givina Total Main Film Pemikat Jiwa
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved