APSI Serap Sampah Galon Sekali Pakai untuk Didaur Ulang

Kamis, 03 Desember 2020 - 00:10 WIB
loading...
APSI Serap Sampah Galon...
Masalah penumpukan sampah plastik tampaknya menjadi salah satu perbincangan yang cukup ramai di media sosial. / Foto: Ilustrasi/Twitter @sautmkt
A A A
JAKARTA - Masalah penumpukan sampah plastik tampaknya menjadi salah satu perbincangan yang cukup ramai di media sosial. Bahkan, pembicaraan tersebut memperoleh respons dari Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI).

(Baca juga: Dukung Pusat Daur Ulang, Kementerian LHK Berharap Jumlah Sampah Berkurang )

Mereka pun menyampaikan kekecewaannya soal penggiringan opini miring terkait penumpukan sampah plastik. Melalui akun Twitter @asosiasiapsi, APSI dalam kicauannya menepis tudingan negatif terkait galon sekali pakai . Dalam unggahan tersebut, APSI juga menyertakan sebuah video.

"Menyesatkan!, tidak benar bahwa galon sekali pakai Le Minerale menumpuk sampah! APSI angkat bicara mengenai adanya penggiringan opini dan pembelokan fakta tentang galon sekali pakai," tulis APSI di akun Twitter @asosiasiapsi, baru-baru ini.

Menurut mereka, isu tersebut tidak benar atau bertentangan dengan fakta yang terjadi di lapangan. "Galon plastik sekali pakai tergolong dalam jenis plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dengan kode plastik daur ulang No.1. Artinya sampah plastik tersebut tergolong mudah didaur ulang dan dapat digunakan kembali," ujar Ketua APSI, Saut Marpaung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12).

Saut mengutarakan bahwa kabar yang diembuskan warganet dari beberapa akun yang seolah-olah mewakili LSM lingkungan tersebut sangat menyesatkan. Pasalnya, apabila menyangkut sampah, utamanya sampah plastik, maka APSI dan para pengelola daur ulang lebih tahu kondisi sebenarnya di lapangan.

APSI menduga ada upaya pihak tertentu yang ingin mendiskreditkan salah satu merek produk air mineral dalam kemasan. "Sebaiknya sebagai LSM/perorangan yang mengakui penggiat lingkungan hidup seperti Green Peace dan Aliansi Zero Waste sebagai garda terdepan masyarakat, dapat memberikan informasi yang kredibel bukan menggiring opini yang menyesatkan masyarakat," tandas Saut.

"Bahkan, saat ini ada penggalangan petisi yang sangat disayangkan pembuatnya mungkin tidak memahami konsep sirkular ekonomi yang digaungkan oleh pemerintah," ucapnya. "Pemberitaan yang menggiring opini dan pembelokan fakta dapat merugikan seluruh pihak yang mendukung sirkular ekonomi yang digaungkan oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup)."

Lebih jauh, Saut memaparkan jika galon plastik sekali pakai dan botol air kemasan PET justru sangat membantu ekonomi rakyat kecil. "Lebih bagus (galon) sekali pakai untuk mendukung pendapatan pemulung dan pengepul sampah," ungkapnya.

Menurut Saut, persoalan yang sangat mendesak di depan mata sekarang adalah kemiskinan. "Pekerjaan yang paling gampang adalah memungut sampah bernilai. Terpaksa masyarakat harus mencari kerja demi perut. Lihat di TPST Bantar Gebang ada 6.000 pemulung yang mencari sampah untuk menghidupi anak dan istri," terangnya.

Dengan adanya Peraturan Menteri KLHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, kata Saut, KLHK meminta peran aktif produsen untuk mengurangi sampah dari produk yang mereka hasilkan. Sehingga target pengurangan 30 persen sampah dalam 10 tahun dapat tercapai.

(Baca juga: Peduli Lingkungan, Kemasan Air Minum Galon Sekali Pakai Dikritik )

"Le Minerale sebagai produsen, telah bekerja sama dengan APSI sebagai wujud implementasi Peraturan Menteri LHK No 75 Tahun 2019. Dimulai dari Kabupaten Klungkung, Bali untuk pengurangan sampah. Dengan cara, edukasi memilah jenis sampah di rumah tangga, sampai proses di pusat daur ulang, yang kemudian sampah tersebut diserap oleh APSI untuk didaur ulang," pungkas Saut.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Patut Ditiru, Korea...
Patut Ditiru, Korea Selatan Larang Gelas Plastik Sekali Pakai Gratis di Kafe dan Restoran
Rayakan 1 Dekade, Synchronize...
Rayakan 1 Dekade, Synchronize Fest 2025 Sulap Sampah Plastik Jadi Dekorasi Unik
3 Rekomendasi Galon...
3 Rekomendasi Galon Air, Pilihan Ibu Cerdas untuk Keluarga di Rumah
Pakar Beberkan Alasan...
Pakar Beberkan Alasan Minum Air dari Galon Polikarbonat Aman, Tak Sebabkan Gangguan Janin
Jadi Mitra Kemendikbudristek,...
Jadi Mitra Kemendikbudristek, Mondelez Indonesia Tingkatkan Edukasi #BijakPlastikSejakDini
BPA Galon Bisa Picu...
BPA Galon Bisa Picu Biaya Kesehatan Jangka Panjang, Pakar Dorong Pencegahan dari Hulu
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
Rekomendasi
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Berita Terkini
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved