Pakar Beberkan Alasan Minum Air dari Galon Polikarbonat Aman, Tak Sebabkan Gangguan Janin
Kamis, 05 September 2024 - 04:30 WIB
loading...
Meminum air dari galon guna ulang atau polikarbonat aman. Galon-galon tersebut sudah memiliki standar SNI dan telah melewati serangkaian penelitian dan uji kecocokan pangan. Foto Ilustrasi/iStock
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra memastikan bahwa meminum air dari galon guna ulang atau polikarbonat aman. Dia menekankan, galon-galon tersebut sudah memiliki standar SNI dan telah melewati serangkaian penelitian dan uji kecocokan pangan.
"Kalau semua produk terutama kemasan itu sudah terstandar SNI ya tandanya dia juga level toleransinya terhadap cemaran tidak membahayakan, dan itu tidak sampai menimbulkan gangguan kehamilan dan janin," tandas Hermawan Saputra di Jakarta belum lama ini.
Hal itu disampaikan menyusul kampanye hitam terkait penggunaan galon guna ulang yang disebut-sebut tercemar senyawa BPA. Hermawan menegaskan, meminum air dari galon tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan, apalagi janin dan pertumbuhan anak.
Ahli Epidemiologi tersebut juga menjelaskan bahwa badan akreditasi mutu telah melakukan serangkaian penelitian dan uji klinis sebelum memberikan label SNI pada galon atau kemasan pangan apa pun. Dia melanjutkan, dari hasil penelitian-penelitian itu diambil kesimpulan bahwa paparan BPA dalam galon polikarbonat masih dalam batas aman dan tidak membahayakan konsumen.
"Artinya dengan terstandar atau ter-SNI, maka dia (galon) sudah melewati tahap evidence base komparatif atau studi perbandingan terhadap hasil penelitian dengan hasil produksi yang sudah ada," bebernya.
"Kalau semua produk terutama kemasan itu sudah terstandar SNI ya tandanya dia juga level toleransinya terhadap cemaran tidak membahayakan, dan itu tidak sampai menimbulkan gangguan kehamilan dan janin," tandas Hermawan Saputra di Jakarta belum lama ini.
Hal itu disampaikan menyusul kampanye hitam terkait penggunaan galon guna ulang yang disebut-sebut tercemar senyawa BPA. Hermawan menegaskan, meminum air dari galon tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan, apalagi janin dan pertumbuhan anak.
Ahli Epidemiologi tersebut juga menjelaskan bahwa badan akreditasi mutu telah melakukan serangkaian penelitian dan uji klinis sebelum memberikan label SNI pada galon atau kemasan pangan apa pun. Dia melanjutkan, dari hasil penelitian-penelitian itu diambil kesimpulan bahwa paparan BPA dalam galon polikarbonat masih dalam batas aman dan tidak membahayakan konsumen.
"Artinya dengan terstandar atau ter-SNI, maka dia (galon) sudah melewati tahap evidence base komparatif atau studi perbandingan terhadap hasil penelitian dengan hasil produksi yang sudah ada," bebernya.
Lihat Juga :