Pentingnya Menjaga Minat Menulis Anak di Era Perkembangan Digital
Jum'at, 04 Desember 2020 - 09:01 WIB
loading...
Kecanggihan teknologi tidak akan menggantikan cara konvensional yang berperan penting terhadap kualitas pembelajaran anak, yaitu dengan menulis. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Era digitalisasi telah merambah, kemajuan teknologi telah memberikan warna baru dalam industri pendidikan nasional . Namun, kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan, tidak akan menggantikan cara konvensional yang berperan penting terhadap kualitas pembelajaran anak, yaitu dengan menulis.
Melalui rangkaian gerakan “Ayo Menulis Bersama SiDU”, tahun ini SiDU melakukan sosialisasi digital kepada para guru dan orang tua di Indonesia mengenai pentingnya mempertahankan budaya menulis di buku tulis bagi anak-anak. (Baca juga: Pandemi Tak Halangi Anak-Anak Liburan Keliling Dunia )
“SiDU menyelenggarakan kegiatan ini dilandasi akan realita tantangan pendidikan yang semakin nyata. Tidak hanya melihat dari rendahnya tingkat kompetensi anak bangsa di kancah Internasional, namun perubahan dinamika pembelajaran di era pandemi ini menjadi perhatian khusus SiDU mengenai aktivitas literasi anak, yaitu menulis yang berkurang drastis porsinya daripada biasanya. Sedangkan kompetensi anak di masa depan erat kaitannya dengan kebiasaan menulis yang dilakukan dari kecil,” ungkap Santo Yuwana, Kepala Divisi Lokal Marketing APP Sinar Mas.
Paparan gadget atau gawai kepada anak selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak dapat terhindarkan, pasalnya e-learning merupakan sebuah inovasi terbaik dalam memberikan pemerataan informasi ilmu pengetahuan dan komunikasi ke seluruh daerah di Indonesia. Namun, keselarasan dengan cara konvensional seperti menulis atau mencatat kembali hasil pembelajaran di buku tulis patut terus digalakan oleh semua pihak kepada pelajar-pelajar Indonesia.
Menurut Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, menulis mempunyai manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir anak ke depannya. Menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, serta dapat meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambal menulis pelajaran.
Melalui rangkaian gerakan “Ayo Menulis Bersama SiDU”, tahun ini SiDU melakukan sosialisasi digital kepada para guru dan orang tua di Indonesia mengenai pentingnya mempertahankan budaya menulis di buku tulis bagi anak-anak. (Baca juga: Pandemi Tak Halangi Anak-Anak Liburan Keliling Dunia )
“SiDU menyelenggarakan kegiatan ini dilandasi akan realita tantangan pendidikan yang semakin nyata. Tidak hanya melihat dari rendahnya tingkat kompetensi anak bangsa di kancah Internasional, namun perubahan dinamika pembelajaran di era pandemi ini menjadi perhatian khusus SiDU mengenai aktivitas literasi anak, yaitu menulis yang berkurang drastis porsinya daripada biasanya. Sedangkan kompetensi anak di masa depan erat kaitannya dengan kebiasaan menulis yang dilakukan dari kecil,” ungkap Santo Yuwana, Kepala Divisi Lokal Marketing APP Sinar Mas.
Paparan gadget atau gawai kepada anak selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak dapat terhindarkan, pasalnya e-learning merupakan sebuah inovasi terbaik dalam memberikan pemerataan informasi ilmu pengetahuan dan komunikasi ke seluruh daerah di Indonesia. Namun, keselarasan dengan cara konvensional seperti menulis atau mencatat kembali hasil pembelajaran di buku tulis patut terus digalakan oleh semua pihak kepada pelajar-pelajar Indonesia.
Menurut Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, menulis mempunyai manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir anak ke depannya. Menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, serta dapat meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambal menulis pelajaran.
Lihat Juga :