Pentingnya Menjaga Minat Menulis Anak di Era Perkembangan Digital
Jum'at, 04 Desember 2020 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Melalui aktivitas menulis, anak terbiasa untuk mengontrol gerakan motorik dengan tekanan yang sesuai, serta memiliki persepsi visual yang baik. Anak juga mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui ide tulisan.
Selain itu, melalui merangkum atau membuat catatan pelajaran dengan gaya penulisan personal dapat meningkatkan daya ingat dibandingkan jika anak hanya membaca dan menghafal.
“Jika anak terbiasa untuk membuat rencana penulisan dengan memaparkan ide; belajar menulis sesuai dengan ide utama setiap paragraf; serta menganalisis cara penulisan, maka kemampuan menulis secara sistematis akan terlatih”, sebut Melisa. (Baca juga: Rayakan Ultah Jin BTS, ARMY Blokade Iklan di Berbagai Media )
Pentingnya aktivitas menulis daripada mengetik dengan keyboard ini pun diperkuat oleh sebuah riset yang dilakukan oleh Profesor Audrey van der Meer pada tahun 2017. Dalam penelitiannya beliau menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak melakukan kegiatan mengetik dan menulis dengan pena di atas buku tulis. Hasil dari penelitian Van der Meer mengungkapkan jika otak anak-anak lebih aktif jika menulis dengan pena ketimbang keyboard, dan tulisan tangan memberikan otak lebih banyak ruang untuk mengingat.
Tidak hanya unsur kognisi anak yang berkembang, namun menulis dapat meningkat sensimotorik anak. Menulis dengan tangan di atas buku tulis menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensorimotor. Banyak indra diaktifkan dengan menekan pensil atau pulpen diatas kertas, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis. Pengalaman indera ini menciptakan kontak antara berbagai bagian otak dan membuka otak untuk belajar sehingga dapat mengingat lebih baik. Sehingga hal ini merupakan alasan mengapa kegiatan menulis dapat membuat anak menjadi lebih pintar.(dyah ayu pamela)
Selain itu, melalui merangkum atau membuat catatan pelajaran dengan gaya penulisan personal dapat meningkatkan daya ingat dibandingkan jika anak hanya membaca dan menghafal.
“Jika anak terbiasa untuk membuat rencana penulisan dengan memaparkan ide; belajar menulis sesuai dengan ide utama setiap paragraf; serta menganalisis cara penulisan, maka kemampuan menulis secara sistematis akan terlatih”, sebut Melisa. (Baca juga: Rayakan Ultah Jin BTS, ARMY Blokade Iklan di Berbagai Media )
Pentingnya aktivitas menulis daripada mengetik dengan keyboard ini pun diperkuat oleh sebuah riset yang dilakukan oleh Profesor Audrey van der Meer pada tahun 2017. Dalam penelitiannya beliau menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak melakukan kegiatan mengetik dan menulis dengan pena di atas buku tulis. Hasil dari penelitian Van der Meer mengungkapkan jika otak anak-anak lebih aktif jika menulis dengan pena ketimbang keyboard, dan tulisan tangan memberikan otak lebih banyak ruang untuk mengingat.
Tidak hanya unsur kognisi anak yang berkembang, namun menulis dapat meningkat sensimotorik anak. Menulis dengan tangan di atas buku tulis menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensorimotor. Banyak indra diaktifkan dengan menekan pensil atau pulpen diatas kertas, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis. Pengalaman indera ini menciptakan kontak antara berbagai bagian otak dan membuka otak untuk belajar sehingga dapat mengingat lebih baik. Sehingga hal ini merupakan alasan mengapa kegiatan menulis dapat membuat anak menjadi lebih pintar.(dyah ayu pamela)
(tdy)
Lihat Juga :