Dinilai Berbahaya, Hindari Penggunaan Kemasan Plastik BPA
Senin, 07 Desember 2020 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun begitu, menurut dr. Dian, ketergantungan manusia kepada plastik sangat tinggi. Maka dari itu harus pandai-pandai memilih plastik yang aman bagi kesehatan. Begitu juga memilih makanan atau minuman, pilihlah yang sudah menggunakan plastik yang aman. Tidak mengandung BPA alias BPA free.
"Bahan BPA merupakan bahan yang telah lama digunakan untuk mengeraskan plastik, termasuk botol minuman dan kotak tempat makanan yang dapat dipakai ulang. Bahan ini juga umumnya terdapat pada kaleng susu formula untuk mencegah karat, botol susu bayi, dan beberap perlengkapan balita," ungkap dr. Dian.
"Yang lebih bahaya lagi, kalau yang kita konsumsi sehari-hari, yaitu di galon kemasan isi ulang yang bahan galonnya mengandung BPA," katanya lagi.
Lebih jauh, Iwan Nefawan, Ahli Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan mengatakan, plastik BPA itu Bisphenol A adalah zat tambahan kimia untuk pembuatan kemasan plastik berbahan PVC (kode 3) dan PC (kode 7).
"Hal itu bisa menimbulkan dampak kesehatan kalau dalam dosis rendah,salah satunya akan menimbulkan perubahan permanen dalam organ kemaluan, meningkatkan kadar prostate, menurunkan hormon testoteron. Artinya kurang kuat untuk mendapatkan keturunan. Dia juga bisa menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Apalagi pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, manula dan ibu hamil," terang Iwan.
"Bahan BPA merupakan bahan yang telah lama digunakan untuk mengeraskan plastik, termasuk botol minuman dan kotak tempat makanan yang dapat dipakai ulang. Bahan ini juga umumnya terdapat pada kaleng susu formula untuk mencegah karat, botol susu bayi, dan beberap perlengkapan balita," ungkap dr. Dian.
"Yang lebih bahaya lagi, kalau yang kita konsumsi sehari-hari, yaitu di galon kemasan isi ulang yang bahan galonnya mengandung BPA," katanya lagi.
Lebih jauh, Iwan Nefawan, Ahli Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan mengatakan, plastik BPA itu Bisphenol A adalah zat tambahan kimia untuk pembuatan kemasan plastik berbahan PVC (kode 3) dan PC (kode 7).
"Hal itu bisa menimbulkan dampak kesehatan kalau dalam dosis rendah,salah satunya akan menimbulkan perubahan permanen dalam organ kemaluan, meningkatkan kadar prostate, menurunkan hormon testoteron. Artinya kurang kuat untuk mendapatkan keturunan. Dia juga bisa menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Apalagi pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, manula dan ibu hamil," terang Iwan.
Lihat Juga :