Jalan Kaki dan Naik Tangga Tiap Hari Tingkatkan Kesehatan Mental
Selasa, 08 Desember 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mencapai kesimpulan ini, 67 orang menjadi sasaran penilaian untuk menentukan dampak aktivitas sehari-hari terhadap kewaspadaan selama tujuh hari. Ditemukan bahwa orang-orang merasa lebih waspada dan lebih berenergi langsung setelah aktivitas.
Kewaspadaan dan energi terbukti menjadi komponen penting dari kesejahteraan dan kesehatan psikis para peserta. Analisis ini digabungkan dengan tomografi resonansi magnetik di CIMH untuk kelompok lain yang terdiri dari 83 orang. "Ditemukan bahwa 'subgenual cingulate cortex', bagian dari korteks serebral, penting untuk interaksi antara aktivitas sehari-hari dan kesejahteraan yang efektif," tulis para penulis.
Di wilayah otak inilah emosi dan ketahanan terhadap gangguan kejiwaan diatur. Para penulis mengidentifikasi wilayah otak ini sebagai korelasi saraf yang menentukan yang menengahi hubungan antara aktivitas fisik dan energi subjektif. (Baca juga: Ingin Terhindar dari Kanker Payudara? Yuk Coba Cara Berikut Ini! )
"Orang-orang dengan volume materi otak abu-abu yang lebih kecil di wilayah ini dan risiko gangguan kejiwaan yang lebih tinggi merasa kurang penuh energi ketika mereka tidak aktif secara fisik. Namun, setelah aktivitas sehari-hari, orang-orang ini merasa lebih terisi dengan energi daripada orang-orang dengan volume otak yang lebih besar," ujar Tost.
Profesor Andreas Meyer-Lindenberg, Direktur CIMH, menambahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari bermanfaat bagi kesehatan mental, terutama pada orang yang rentan terhadap gangguan kejiwaan.
Kewaspadaan dan energi terbukti menjadi komponen penting dari kesejahteraan dan kesehatan psikis para peserta. Analisis ini digabungkan dengan tomografi resonansi magnetik di CIMH untuk kelompok lain yang terdiri dari 83 orang. "Ditemukan bahwa 'subgenual cingulate cortex', bagian dari korteks serebral, penting untuk interaksi antara aktivitas sehari-hari dan kesejahteraan yang efektif," tulis para penulis.
Di wilayah otak inilah emosi dan ketahanan terhadap gangguan kejiwaan diatur. Para penulis mengidentifikasi wilayah otak ini sebagai korelasi saraf yang menentukan yang menengahi hubungan antara aktivitas fisik dan energi subjektif. (Baca juga: Ingin Terhindar dari Kanker Payudara? Yuk Coba Cara Berikut Ini! )
"Orang-orang dengan volume materi otak abu-abu yang lebih kecil di wilayah ini dan risiko gangguan kejiwaan yang lebih tinggi merasa kurang penuh energi ketika mereka tidak aktif secara fisik. Namun, setelah aktivitas sehari-hari, orang-orang ini merasa lebih terisi dengan energi daripada orang-orang dengan volume otak yang lebih besar," ujar Tost.
Profesor Andreas Meyer-Lindenberg, Direktur CIMH, menambahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari bermanfaat bagi kesehatan mental, terutama pada orang yang rentan terhadap gangguan kejiwaan.
(tdy)
Lihat Juga :