Dibuat China, Efektifkah Vaksin Sinovac? Ini Penjelasannya!
Rabu, 09 Desember 2020 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Nah untuk tahap ketiga, uji klinis sudah dilakukan sejak Agustus lalu. Uji klinis saat ini masih dilaksanakan oleh PT Biofarma dan Sinovac Biotech yang menggandeng Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Lebih dari 1.600 relawan terlibat dalam uji klinis ini. Mereka telah disuntik dengan vaksin Sinovac. Saat ini BPOM tengah menunggu hasil uji tersebut.
Bila tahap ketiga ini hasilnya baik, maka vaksin ini bisa segera digunakan. Sesuai anjuran WHO, vaksin ini aman digunakan bila minimal ada data hasil uji klinis fase 1 dan fase 2, ditambah analisis sebagian (interim) fase 3, yang saat ini masih berlangsung di lima negara untuk mengeluarkan ijin penggunaan darurat (EUA).
Baca juga : Surabaya Butuh Dua Juta Vaksin COVID-19, Risma: Beli Pakai Dana CSR
Ada tiga unsur penting yang menjadi dasar pemilihan vaksin ini. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa vaksin harus memenuhi unsur keamanan, harus cepat, dan memenuhi aspek mandiri. Vaksin juga harus memenuhi unsur keamanan, berkhasiat , dan mutu. Unsur-unsur itu harus dibuktikan melalui serangkaian uji klinis yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang.
“Dan dari 10 kandidat, vaksin Sinovac inilah yang paling cepat masuk uji klinis tahap tiga. Sementara dari sisi metode pembuatan vaksin, ini menggunakan metode virus yang dimatikan yang sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya dan cara ini sudah dikuasai oleh Bio Farma," kata Honesti Basyir dalam jumpa pers yang disiarkan secara online melalui akun Youtube Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (08/12).
Bila tahap ketiga ini hasilnya baik, maka vaksin ini bisa segera digunakan. Sesuai anjuran WHO, vaksin ini aman digunakan bila minimal ada data hasil uji klinis fase 1 dan fase 2, ditambah analisis sebagian (interim) fase 3, yang saat ini masih berlangsung di lima negara untuk mengeluarkan ijin penggunaan darurat (EUA).
Baca juga : Surabaya Butuh Dua Juta Vaksin COVID-19, Risma: Beli Pakai Dana CSR
Ada tiga unsur penting yang menjadi dasar pemilihan vaksin ini. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa vaksin harus memenuhi unsur keamanan, harus cepat, dan memenuhi aspek mandiri. Vaksin juga harus memenuhi unsur keamanan, berkhasiat , dan mutu. Unsur-unsur itu harus dibuktikan melalui serangkaian uji klinis yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang.
“Dan dari 10 kandidat, vaksin Sinovac inilah yang paling cepat masuk uji klinis tahap tiga. Sementara dari sisi metode pembuatan vaksin, ini menggunakan metode virus yang dimatikan yang sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya dan cara ini sudah dikuasai oleh Bio Farma," kata Honesti Basyir dalam jumpa pers yang disiarkan secara online melalui akun Youtube Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (08/12).
(wur)
Lihat Juga :