Ganggu Fungsi Jantung, Jauhkan Anak-Anak dari Paparan Asap Rokok
Rabu, 09 Desember 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada evaluasi orang dewasa, pencitraan ultrasound digunakan untuk mengukur regangan longitudinal global (GLS) dari ventrikel kiri, ruang pompa utama jantung. GLS menunjukkan seberapa banyak otot-otot ventrikel kiri memendek saat mereka membantu memeras darah keluar dari jantung, dibandingkan dengan panjang istirahat otot di antara detak jantung.
"GLS dapat menunjukkan perubahan awal dalam kemampuan jantung untuk berkontraksi dengan benar dan dapat memberikan informasi tentang risiko penyakit jantung. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap 1% penurunan GLS telah dikaitkan dengan risiko 12% lebih tinggi dari morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada populasi umum yang berisiko rendah," jelas Ezegbe.
Sementara itu, wakil kepala sains dan petugas medis American Heart Association, Rose Marie Robertson, MD, FAHA mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama anak-anak kecil, biasanya terpapar asap tembakau secara tidak sengaja, namun dapat memengaruhi kesehatan mereka.
(Baca juga: 7 Fakta Melisha Sidabutar, Kontestan 35 Besar Indonesian Idol yang Meninggal Dunia )
"Studi ini menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi dari perokok pasif karena hal itu berdampak negatif terhadap kesehatan mereka selama masa kanak-kanak, dan itu mengarah pada konsekuensi kesehatan jangka panjang di masa dewasa," ungkap Robertson.
"GLS dapat menunjukkan perubahan awal dalam kemampuan jantung untuk berkontraksi dengan benar dan dapat memberikan informasi tentang risiko penyakit jantung. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap 1% penurunan GLS telah dikaitkan dengan risiko 12% lebih tinggi dari morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada populasi umum yang berisiko rendah," jelas Ezegbe.
Sementara itu, wakil kepala sains dan petugas medis American Heart Association, Rose Marie Robertson, MD, FAHA mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama anak-anak kecil, biasanya terpapar asap tembakau secara tidak sengaja, namun dapat memengaruhi kesehatan mereka.
(Baca juga: 7 Fakta Melisha Sidabutar, Kontestan 35 Besar Indonesian Idol yang Meninggal Dunia )
"Studi ini menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi dari perokok pasif karena hal itu berdampak negatif terhadap kesehatan mereka selama masa kanak-kanak, dan itu mengarah pada konsekuensi kesehatan jangka panjang di masa dewasa," ungkap Robertson.
(nug)
Lihat Juga :