Uji Coba, Perawat Ini Rasakan Efek Vaksin Corona Mirip Infeksi Covid-19
Kamis, 10 Desember 2020 - 00:31 WIB
loading...
Asisten profesor, Kristen Choi dari School of Nursing di UCLA melakukan uji coba vaksin virus corona baru Pfizer. Efek sampingnya mirip infeksi covid-19. Foto/USA Today.
A
A
A
JAKARTA - Seorang perawat mengungkapkan pengalamannya dengan efek samping vaksin covid-19 baru yang mirip dengan infeksi virus corona. Asisten profesor, Kristen Choi dari School of Nursing di UCLA berpartisipasi dalam uji coba vaksin virus corona baru Pfizer dan mengalami efek samping mengerikan yang memperingatkan orang lain tentang kemungkinan efek samping.
Choi menerima suntikan kedua selama percobaan dan mulai mengalami efek samping, seperti nyeri di bagian suntikan, sakit kepala, mual, dan demam tinggi. (Baca juga: Syukurlah, Vaksin Virus Corona Rusia Hasilkan Respons Imun di Uji Coba Awal )
Gejalanya sangat mirip dengan infeksi COVID-19 sehingga dia mulai khawatir tertular virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Choi khawatir orang lain mungkin mengalami gejala serupa dan menunda pemberian vaksin.
Dilansir Express, Rabu (9/12), Choi mendaftar dalam penelitian tersebut pada Agustus dan menerima dua suntikan vaksin eksperimental. Namun, setelah suntikan kedua, dia mengalami sakit kepala, mual, menggigil dan bahkan mencapai demam hampir 40,5 celcius tertinggi dalam hidupnya.
Choi mengatakan gejalanya hilang setelah 24 jam dan mengungkap bahwa dokter perlu memperingatkan pasien tentang efek samping vaksin sehingga pesan yang salah tidak menjadi viral.
Choi menerima suntikan kedua selama percobaan dan mulai mengalami efek samping, seperti nyeri di bagian suntikan, sakit kepala, mual, dan demam tinggi. (Baca juga: Syukurlah, Vaksin Virus Corona Rusia Hasilkan Respons Imun di Uji Coba Awal )
Gejalanya sangat mirip dengan infeksi COVID-19 sehingga dia mulai khawatir tertular virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Choi khawatir orang lain mungkin mengalami gejala serupa dan menunda pemberian vaksin.
Dilansir Express, Rabu (9/12), Choi mendaftar dalam penelitian tersebut pada Agustus dan menerima dua suntikan vaksin eksperimental. Namun, setelah suntikan kedua, dia mengalami sakit kepala, mual, menggigil dan bahkan mencapai demam hampir 40,5 celcius tertinggi dalam hidupnya.
Choi mengatakan gejalanya hilang setelah 24 jam dan mengungkap bahwa dokter perlu memperingatkan pasien tentang efek samping vaksin sehingga pesan yang salah tidak menjadi viral.
Lihat Juga :