Berisiko Terinfeksi, Bolehkah Wanita Hamil Disuntik Vaksin Covid-19?
Selasa, 15 Desember 2020 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan harus melakukan pengujian laboratorium yang ekstra ketat sebelum mereka dapat menguji vaksin pada wanita hamil karena kemungkinan konsekuensi yang salah lebih buruk. Ini tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu singkat di mana vaksin virus corona baru telah dikembangkan. Saat ini tidak ada bukti bahwa kehamilan meningkatkan risiko Covid-19.
(Baca juga : 440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi )
Beberapa vaksin yang mengandung virus versi hidup biasanya tidak direkomendasikan dalam kehamilan karena berpotensi untuk infeksi ringan, sementara yang lain dianggap aman untuk digunakan. Anak-anak di bawah usia 16 tahun juga tidak akan mendapatkan vaksin karena kurangnya data tentang keamanan dan kemanjuran, vaksin hanya diuji pada orang dewasa.
Sebelumnya, diputuskan bahwa penderita alergi parah tidak boleh diberikan vaksin, setelah dua staf NHS mengalami reaksi alergi setelah disuntik. "Saat ini tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan vaksinasi wanita hamil terhadap Covid-19," kata Dr Mary Ross Davie dari Royal College of Midwives (RCM) seperti dilansir Daily Mail, Selasa (15/12).
(Baca juga : Bunuh Pacar Asal Indonesia, Pria Bangladesh Divonis Mati di Singapura )
(Baca juga : 440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi )
Beberapa vaksin yang mengandung virus versi hidup biasanya tidak direkomendasikan dalam kehamilan karena berpotensi untuk infeksi ringan, sementara yang lain dianggap aman untuk digunakan. Anak-anak di bawah usia 16 tahun juga tidak akan mendapatkan vaksin karena kurangnya data tentang keamanan dan kemanjuran, vaksin hanya diuji pada orang dewasa.
Sebelumnya, diputuskan bahwa penderita alergi parah tidak boleh diberikan vaksin, setelah dua staf NHS mengalami reaksi alergi setelah disuntik. "Saat ini tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan vaksinasi wanita hamil terhadap Covid-19," kata Dr Mary Ross Davie dari Royal College of Midwives (RCM) seperti dilansir Daily Mail, Selasa (15/12).
(Baca juga : Bunuh Pacar Asal Indonesia, Pria Bangladesh Divonis Mati di Singapura )
Lihat Juga :