Akses Lebih Mudah, Masyarakat Didorong Manfaatkan Layanan Kesehatan Digital
Sabtu, 19 Desember 2020 - 00:01 WIB
loading...
Berdasarkan data BPS dijelaskan bahwa masyarakat sudah mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. / Foto: Ilustrasi/Nordic Innovation
A
A
A
JAKARTA - Apotek online Lifepack bersama pusat vitamin personal Jovee kembali menghadirkan diskusi daring We The Health melalui Live Instagram. Kali ini, diskusi We The Health mengangkat tema Antisipasi Libur Akhir Tahun, Persiapan Kesehatan Menyambut Tahun 2021 dengan narasumber Rico Mardiansyah SH, MH dari Sehatpedia Kementerian Kesehatan RI.
(Baca juga: Ingin Tubuh Langsing? Yuk Diet Sehat dengan Konsumsi Makanan Ini! )
Tema tersebut diangkat dalam diskusi yang melibatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu sebagai upaya menjawab kekhawatiran masyarakat akan isu kesehatan , serta hal apa saja yang perlu dipersiapkan dari sisi kesehatan untuk menyambut 2021.
Rico Mardiansyah memaparkan, banyak hal yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan. "Guna menekan angka penyebaran virus corona , pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan memangkas libur akhir tahun untuk mencegah adanya potensi kerumunan," ujar dia.
"Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan aturan kewajiban melakukan test Rapid Antigen bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan sesuai dengan daerah yang memiliki potensi penyebaran virus, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta," lanjutnya.
Sejauh ini, menurut Rico, perkembangan kasus virus corona di Indonesia berdasarkan data memang masih terus mengalami peningkatan. "Tentunya masyarakat harus tetap waspada untuk menekan angka tersebut dengan meningkatkan kesadaran yang tinggi agar terus mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak," ungkap Rico.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei terhadap 90.967 responden mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 selama periode 1-7 September 2020. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan virus corona sudah sangat baik. Data menunjukan bahwa 91,8% masyarakat menggunakan masker, 77,1% menggunakan hand sanitizer, dan 76,69% menghindari kerumunan.
(Baca juga: Ingin Tubuh Langsing? Yuk Diet Sehat dengan Konsumsi Makanan Ini! )
Tema tersebut diangkat dalam diskusi yang melibatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu sebagai upaya menjawab kekhawatiran masyarakat akan isu kesehatan , serta hal apa saja yang perlu dipersiapkan dari sisi kesehatan untuk menyambut 2021.
Rico Mardiansyah memaparkan, banyak hal yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan. "Guna menekan angka penyebaran virus corona , pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan memangkas libur akhir tahun untuk mencegah adanya potensi kerumunan," ujar dia.
"Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan aturan kewajiban melakukan test Rapid Antigen bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan sesuai dengan daerah yang memiliki potensi penyebaran virus, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta," lanjutnya.
Sejauh ini, menurut Rico, perkembangan kasus virus corona di Indonesia berdasarkan data memang masih terus mengalami peningkatan. "Tentunya masyarakat harus tetap waspada untuk menekan angka tersebut dengan meningkatkan kesadaran yang tinggi agar terus mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak," ungkap Rico.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei terhadap 90.967 responden mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 selama periode 1-7 September 2020. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan virus corona sudah sangat baik. Data menunjukan bahwa 91,8% masyarakat menggunakan masker, 77,1% menggunakan hand sanitizer, dan 76,69% menghindari kerumunan.
Lihat Juga :