#SaatnyaPerempuan Berkolaborasi untuk Pulihkan Perekonomian
Selasa, 22 Desember 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan pemberian restrukturisasi kepada kurang lebih 576.000 mitra di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi serta pendampingan untuk memulai atau pengembangan usaha dari petugas lapangan Amartha, pada Juni hingga Desember 2020 repayment rate telah kembali baik sebesar 82,66% di Sulawesi dan 94,47% di Sumatera," sebuat Andi Taufan melalui keterangan tertulis, Selasa (22/12).
Salah satu faktor lain yang memengaruhi ketangguhan perempuan adalah kohesi sosial yang terbangun dalam Pertemuan Majelis Mitra Amartha. Kohesi sosial adalah kesediaan anggota masyarakat untuk bekerja sama satu sama lain untuk bertahan hidup dan menuju kesejahteraan.
Riset yang diluncurkan Amartha bersama Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan bahwa sistem berkelompok dan tanggung renteng membangun kepercayaan antarperempuan menciptakan semangat untuk bangkit dan maju. Hal ini terlihat dari 86,4% mitra Amartha yang rutin menghadiri pertemuan kelompok (majelis) untuk pendampingan dan pelatihan usaha.
Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas menambahkan, dengan semua tantangan dan rintangan yang telah dialami selama 2020, Amartha akan hadir dengan semangat serta jiwa baru di tahun 2021.
"Amartha tergerak oleh semangat, optimisme, dan ketangguhan para mitra perempuan di desa selama jatuh bangun di masa pandemi ini, sehingga kami luncurkan kampanye #SaatnyaPerempuan. Yakni di mana kami mengangkat para perempuan tangguh yang telah berpartisipasi, mengambil keputusan dan memimpin dalam segala aspek kehidupan. Kini, saatnya perempuan maju dan bangkit untuk meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya, keluarga, dan bangsa," kata Hadi.
Salah satu faktor lain yang memengaruhi ketangguhan perempuan adalah kohesi sosial yang terbangun dalam Pertemuan Majelis Mitra Amartha. Kohesi sosial adalah kesediaan anggota masyarakat untuk bekerja sama satu sama lain untuk bertahan hidup dan menuju kesejahteraan.
Riset yang diluncurkan Amartha bersama Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan bahwa sistem berkelompok dan tanggung renteng membangun kepercayaan antarperempuan menciptakan semangat untuk bangkit dan maju. Hal ini terlihat dari 86,4% mitra Amartha yang rutin menghadiri pertemuan kelompok (majelis) untuk pendampingan dan pelatihan usaha.
Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas menambahkan, dengan semua tantangan dan rintangan yang telah dialami selama 2020, Amartha akan hadir dengan semangat serta jiwa baru di tahun 2021.
"Amartha tergerak oleh semangat, optimisme, dan ketangguhan para mitra perempuan di desa selama jatuh bangun di masa pandemi ini, sehingga kami luncurkan kampanye #SaatnyaPerempuan. Yakni di mana kami mengangkat para perempuan tangguh yang telah berpartisipasi, mengambil keputusan dan memimpin dalam segala aspek kehidupan. Kini, saatnya perempuan maju dan bangkit untuk meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya, keluarga, dan bangsa," kata Hadi.
Lihat Juga :