Danone Indonesia Dorong Perempuan Pelaku UMKM Manfaatnya Platform Digital untuk Kembangkan Pasar
Kamis, 24 Desember 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Jonathan tak menampik bahwa tantangan pasti dihadapi para pelaku UMKM bila ingin menjalankan bisnis secara online. Tantangan itu biasanya terkait dengan ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM), dana belum memadai, dan banyaknya persaingan. Di sinilah kreativitas pelaku UMKM perlu dimunculkan.
“Kunci utama UMKM agar bisa bertahan adalah kemampuan merespons perubahan tren yang terjadi karena pandemi. Di masa pembatasan aktivitas seperti saat ini, masyarakat mengganti kebiasaan berbelanja dari offline ke online. Untuk itu, agar tetap dapat menjangkau konsumen, UMKM perlu melakukan transformasi ke bisnis digital. Pelaku UMKM juga dituntut untuk memiliki business mindset dan jiwa kompetitif yang kuat serta daya kreativitas yang terus diasah agar dapat beradaptasi dan melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi persaingan bisnis online,” terang Jonathan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari jumlah total UMKM di Indonesia pada 2018, 64,5% atau 37 juta UMKM dikelola oleh perempuan. Sebagian besar usaha yang mereka jalankan masih bergerak di sektor mikro, informal, bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Maka, untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone Indonesi a bekerja sama dengan Google Indonesia melalui program "Women Will" memberikan dukungan edukasi literasi digital kepada mitra mikro bisnis mereka seperti AQUA Home Service (AHS) dan Warung Anak Sehat.
Materi yang diberikan, menurut Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, adalah edukasi terkait pemanfaatan teknologi digital untuk optimalisasi bisnis seperti penggunaan media sosial dan fitur Google My Business, membangun kesiapan mental berwirausaha, serta penguatan business mindset.
Merujuk laporan "Tinjauan Big Data Terhadap Dampak COVID-19 2020" oleh BPS, disebutkan bahwa penjualan online pada masa pandemi memang melonjak tajam bila dibandingkan dengan penjualan di bulan Januari 2020. Pada Maret 2020, lonjakan penjualan tercatat meningkat 320% dari total penjualan awal tahun 2020.
“Kunci utama UMKM agar bisa bertahan adalah kemampuan merespons perubahan tren yang terjadi karena pandemi. Di masa pembatasan aktivitas seperti saat ini, masyarakat mengganti kebiasaan berbelanja dari offline ke online. Untuk itu, agar tetap dapat menjangkau konsumen, UMKM perlu melakukan transformasi ke bisnis digital. Pelaku UMKM juga dituntut untuk memiliki business mindset dan jiwa kompetitif yang kuat serta daya kreativitas yang terus diasah agar dapat beradaptasi dan melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi persaingan bisnis online,” terang Jonathan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari jumlah total UMKM di Indonesia pada 2018, 64,5% atau 37 juta UMKM dikelola oleh perempuan. Sebagian besar usaha yang mereka jalankan masih bergerak di sektor mikro, informal, bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Maka, untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone Indonesi a bekerja sama dengan Google Indonesia melalui program "Women Will" memberikan dukungan edukasi literasi digital kepada mitra mikro bisnis mereka seperti AQUA Home Service (AHS) dan Warung Anak Sehat.
Materi yang diberikan, menurut Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, adalah edukasi terkait pemanfaatan teknologi digital untuk optimalisasi bisnis seperti penggunaan media sosial dan fitur Google My Business, membangun kesiapan mental berwirausaha, serta penguatan business mindset.
Merujuk laporan "Tinjauan Big Data Terhadap Dampak COVID-19 2020" oleh BPS, disebutkan bahwa penjualan online pada masa pandemi memang melonjak tajam bila dibandingkan dengan penjualan di bulan Januari 2020. Pada Maret 2020, lonjakan penjualan tercatat meningkat 320% dari total penjualan awal tahun 2020.
Lihat Juga :