Studi: Virus Corona Jenis Baru dari Inggris Lebih Mudah Ditularkan, Waspadalah!
Jum'at, 25 Desember 2020 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Mutasi ini telah muncul pada varian sebelumnya dan telah diketahui meningkatkan seberapa erat ikatan virus pada sel manusia. Maka Davies pun mulai melakukan penelitian. Dia memasukkan data pada varian Inggris yang baru ke dalam model komputer. Dia ingin tahu mengapa varian baru itu menyebar begitu cepat. Dia menguji empat hipotesis utama. (Baca juga: Waspada! Virus Corona Baru dari Inggris Telah Terdeteksi di Singapura )
- Menulari orang yang sudah terjangkit COVID-19?
- Lebih mudah menulari anak?
- Menyebar lebih cepat dari versi sebelumnya?
- Lebih mudah ditularkan? (Artinya, ketika orang-orang tertular varian baru, apakah mereka cenderung menyebarkannya ke lebih banyak orang daripada ketika mereka terinfeksi dengan versi lain?)
"Peningkatan transmisibilitas adalah cara termudah bagi kami untuk menjelaskan apa yang kami lihat," terang Davies.
Secara khusus, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varian baru ini sekitar 50% lebih mudah ditularkan daripada versi SARS-CoV-2 sebelumnya, virus penyebab COVID-19.
Namun, data belum bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa faktor lain berkontribusi pada dominasi varian baru di Inggris. Selain itu, tidak ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada versi sebelumnya.
Studi sebelumnya, dengan varian lain, menunjukkan varian Inggris dapat menginfeksi sel manusia dengan lebih mudah. Dan itu mungkin menghasilkan lebih banyak salinan dirinya sendiri di dalam diri seseorang.
"Saat Anda mengusap orang yang terinfeksi virus corona, orang yang terinfeksi varian baru ini cenderung memiliki lebih banyak salinan virus di usap," kata Davies, yang juga bagian dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.
- Menulari orang yang sudah terjangkit COVID-19?
- Lebih mudah menulari anak?
- Menyebar lebih cepat dari versi sebelumnya?
- Lebih mudah ditularkan? (Artinya, ketika orang-orang tertular varian baru, apakah mereka cenderung menyebarkannya ke lebih banyak orang daripada ketika mereka terinfeksi dengan versi lain?)
"Peningkatan transmisibilitas adalah cara termudah bagi kami untuk menjelaskan apa yang kami lihat," terang Davies.
Secara khusus, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varian baru ini sekitar 50% lebih mudah ditularkan daripada versi SARS-CoV-2 sebelumnya, virus penyebab COVID-19.
Namun, data belum bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa faktor lain berkontribusi pada dominasi varian baru di Inggris. Selain itu, tidak ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada versi sebelumnya.
Studi sebelumnya, dengan varian lain, menunjukkan varian Inggris dapat menginfeksi sel manusia dengan lebih mudah. Dan itu mungkin menghasilkan lebih banyak salinan dirinya sendiri di dalam diri seseorang.
"Saat Anda mengusap orang yang terinfeksi virus corona, orang yang terinfeksi varian baru ini cenderung memiliki lebih banyak salinan virus di usap," kata Davies, yang juga bagian dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.
Lihat Juga :