15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism

Minggu, 17 Mei 2020 - 05:56 WIB
loading...
15 Destinasi Dunia yang...
Kehadiran pariwisata ternyata memiliki dilema. Di satu sisi sektor ini menghasilkan devisa, di sisi lain keberadaan turis juga berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan
A A A
KEHADIRAN pariwisata ternyata memiliki dilema. Di satu sisi sektor ini menghasilkan devisa , di sisi lain keberadaan turis juga berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Fakta membuktikan, banyak destinasi wisata rusak karena ulah wisatawan.

Imbasnya penduduk setempat sering frustrasi dengan perilaku buruk para pelancong. Berikut tempat wisata di dunia yang rusak akibat ulah wisatawan atau biasa disebut fenomena overtourism. (Baca juga: Menjelajahi Situs Warisan Dunia Yang Ada di Indonesia )

1. Kyoto, Jepang

15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism


Dengan meningkatnya pariwisata di Jepang, kota-kota kecil, seperti Kyoto, telah terpukul. Kyoto dengan cepat menjadi terkenal karena jalan-jalannya yang kecil dan unik serta kedai tehnya yang nyaman. Itu juga dikenal sebagai tempat yang sempurna untuk melihat geisha dan muridnya.

Akibatnya, turis berbondong-bondong ke kota untuk mengambil gambar, menyerang properti pribadi, dan mengganggu geisha. Beberapa turis bahkan pergi untuk mengejar geisha dan mengenakan kimono mereka. Sebuah kelompok penduduk setempat di kota itu memilih mendenda turis USD92 jika mereka mengambil foto milik pribadi atau geisha tanpa izin. (Baca juga: Usai Pandemi, Bali Dijadikan Pilot Project Penerapan Program CHS )

2. Hallstatt, Austria

15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism


Terletak di Pegunungan Alpen Austria, Hallstatt adalah desa yang hanya dihuni sekitar 800 orang. Setiap tahun 1 juta wisatawan berduyun-duyun ke kota kuno ini. Terlebih kota kecil ini menjadi inspirasi di film "Frozen". Pemerintah Hallstatt mengatakan akan mengurangi jumlah bus wisata yang datang ke desa untuk mengurangi ekses negatif akibat berkembangnya pariwisata.

3. Hanoi's "train street", Vietnam

15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism


Sebuah jalan di Hanoi, Vietnam, telah menjadi populer di kalangan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir sebagai lokasi selfie yang Instagramable. Jalan yang terkenal - dijuluki "jalan kereta" - memiliki jalur kereta api tunggal, di mana kanan kiri rel menjamur toko dan kafe.

Pada Oktober 2019, sebuah kereta harus berhenti darurat karena terlalu banyak turis yang berada di rel dan tidak mau bergerak. Akibatnya, pemerintah Kota Hanoi memaksa bisnis lokal tutup pada 12 Oktober. (Baca juga: Kemenparekraf Ajak Traveler Wisata Heritage di 5 Situs Warisan Dunia di Indonesia )

4. Spanish Steps, Italia

15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism


Spanish Steps di Roma, Italia, pernah muncul dalam film Audrey Hepburn, Roman Holiday. Imbasnya, turis berbondong-bondong ke lokasi wisata eksotis ini. Akibatnya di musim liburan tempat wisata ini penuh sesak.

Kini pemerintah melarang wisatawan duduk tangga tempat wisata ini karena adanya kotoran. Ada sekitar 135 tangga batu kotor karena noda anggur merah dan gumpalan permen karet.

Pada 2016, kota ini menghabiskan USD1,68 juta untuk membersihkan kotoran di tempat wisata ini. Pemerintah Italia telah membuat aturan dimana wisatawan yang duduk di tangga Spanish Steps akan didenda USD280 hingga USD448.

5. Fjadrargljufur Canyon, Islandia

15 Destinasi Dunia yang Rusak karena Overtourism


Fjadrargljufur Canyon di Islandia ditampilkan dalam video musik Justin Bieber dan muncul di film Game of Thrones. Badan Lingkungan Hidup Islandia melaporkan bahwa sekitar satu juta orang telah mengunjungi situs tersebut sejak video Bieber dirilis pada 2015. Akting cemerlang destinasi wisata ini telah menjadikannya tujuan wisata populer bagi para wisatawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hong Kong Hadirkan Festival...
Hong Kong Hadirkan Festival Pixar hingga Duel Klub Eropa Musim Panas
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Ini Destinasi Ramah...
Ini Destinasi Ramah Anak untuk Mengisi Liburan Sekolah di Jakarta
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Rekomendasi
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Berita Terkini
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
Liburan Praktis ke Korea...
Liburan Praktis ke Korea untuk Menjelajahi Destinasi Populer dan Autentik
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved