Si Kecil Masih Suka Mengompol? Coba Atasi dengan Terapi Alarm Ini!

Senin, 04 Januari 2021 - 14:20 WIB
loading...
Si Kecil Masih Suka...
Kebiasaan mengompol pada anak bisa diatasi dengan terapi alarm. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Nokturnal enuresis adalah ketidakmampuan mengontrol pengeluarin urin selama tidur yang terjadi pada anak-anak dengan usia lebih dari lima tahun atau perkembangan yang setara setidaknya tiga bulan. Dalam bahasa awam dikenal dengan mengompol pada malam hari.

Jika tidak diikuti dengan gejala berkemih lain, maka disebut sebagai monosimtomatik enuresis (MNE). Sedangkan jika terdapat gejala lainnya, seperti buang air kecil terputus-putus atau nyeri saat berkemih dan gejala lainnya, maka disebut sebagai non MNE.

Baca juga : Merawat Penderita COVID-19 Tanpa Khawatir Tertular, Ini Tipsnya!

Adapun istilah MNE primer jika anak mengompol sejak lahir tanpa adanya periode kering atau bebas dari mengompol. Jika seorang anak kembali mengompol setelah periode kering sekurang-kurangnya enam bulan maka disebut sebagai MNE sekunder.

Dikatakan Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU (K), Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM ada beberapa cara untuk mengatasi kebiasaan ngompol ini. Salah satunya adalah dengan terapi alarm. “Terapi alarm memiliki tingkat keberhasilan yang hampir sama dengan pemberian obat, dimana saat celana anak basah akibat mengompol, maka alarm akan berbunyi yang menyebabkan anak akan terbagun dan harus pergi ke kamar mandi,” ungkap dr. Irfan.

Tentunya peran orang tua sangat penting pada terapi ini. Terapi dianggap berhasil jika anak tidak mengompol selama satu bulan tanpa pemaikaian alarm. Menurut dr. Irfan, kebanyakan dari terapi ini akan membuahkan hasil yang baik setelah 3-4 bulan terapi. Yang juga perlu dilakukan adalah memperbaiki gaya hidup.

Baca juga : Bawang Putih Ternyata Ampuh Mengobati Pilek

Yakni dengan menghindari konsumsi cairan berlebih pada malam hari, menghindari minuman/ makanan mengandung kafein, memastikan konsumsi cairan yang cukup sepanjang hari, menghindari diet tinggi protein/ garam pada malam hari, dan mengingatkan anak untuk berkemih sebelum tidur dengan posisi buang air kecil yang baik dan benar.

Dokter menyarankan agar orangtua memberi penghargaan jika anak tidak mengompol. Dr. Irfan mengatakan, selain terapi alarm, masih ada pilihan lain antara lain uroterapi, diuretik, antikolonergik hingga penggunaan obat seperti desmopressin untuk mengatasi anak mengompol pada malam hari.

Lebih jauh, angka kejadian dari masalah mengompol ini bervariasi, yakni 4%-19% pada populasi anak diseluruh dunia. Kejadian ini akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia anak.

Adapun faktor penyebab nokturnal enuresis bersifat multifaktorial yakni kondisi genetik, konstipasi, infeksi saluran kemih, kapasitas kandung kemih yang kecil, ansietas, gangguan tidur, dan diabetes. Diagnosis enuresis dilakukan setelah anak berusia lima tahun.

Baca juga : Covid-19 Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi? Ini Kata Ahli

Usai membicarakan gejala yang dialaminya dan melakukan pemeriksaan fisik pasien, dokter juga perlu menemukan kondisi yang membuat pasien mengompol.

Pencarian penyebab tersebut dapat dilakukan dengan tes urine (urinalisis) yang bertujan mengidentifikasi terjadinya infeksi, diabetes, atau konsumsi obat yang menimbulkan efek samping enuresis serta pencitraan jika dibutuhkan untuk melihat kondisi anatomi dari sistem saluran kemih bila diperlukan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Menerapkan Cukai MBDK...
Menerapkan Cukai MBDK 2026: Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia
Studi IHDC: Keterkaitan...
Studi IHDC: Keterkaitan Stunting, Anemia, dan Gizi terhadap Daya Ingat Anak
Rekomendasi
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Berita Terkini
Clara Shinta dan Muhammad...
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Rujuk, Gugatan Cerai Resmi Dicabut
Shakira Buka Piala Dunia...
Shakira Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler, Cetak Sejarah Baru di FIFA
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Infografis
Ada Indonesia, Ini Negara...
Ada Indonesia, Ini Negara dengan Angkatan Laut Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved