Khawatirkan Gempi, Kak Seto Minta Gisel dan Gading Jauhkan sang Anak dari Media Sosial
Rabu, 06 Januari 2021 - 12:32 WIB
loading...
Seto Mulyadi atau Kak Seto. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Psikolog anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto meminta Gisel maupun Gading Marten menjauhkan putri mereka, Gempi , dari media sosial demi menghindari dampak negatif akibat eksposur pemberitaan sang ibu yang sedang tersandung kasus video asusila.
Kak Seto meminta, Gempi dibatasi untuk mengakses media sosial . Menurutnya, hal itu bertujuan menghindarkan Gempi dari paparan stigma buruk tentang orangtuanya, juga penurunan kepercayaan diri gadis kecil itu.
(Baca Juga: Agnez Mo saat Kecil Sering Menghilang Usai Kebaktian di Gereja, Ada Apa Ya? )
Sebaliknya, lanjut Kak Seto, mood Gempi harus dijaga agar tetap bahagia. Caranya antara lain dengan mengajak Gempi bermain dan beraktivitas tanpa menggunakan gadget.
“Kalau ini tidak mendapatkan treatment psikologi, baik dari keluarga maupun oleh profesional, memang akan terkena dampak negatif, tidak percaya diri. Kemudian menimbulkan sifat-sifat negatif terhadap orangtuanya dan sebagainya. Mohon sementara ini dipisahkan dari media sosial dulu. Ciptakan suasana gembira seperti bernyanyi, mendongeng, bermain, loncat-loncat supaya sibuk dan asyik dengan dunianya sebagai anak anak,” ungkap Kak Seto seusai mengisi acara di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, kemarin (5/1).
Kak Seto juga meminta agar kasus Gisel tidak dilebih-lebihkan karena khawatir dengan Gempi.
“Saya mohon, karena ini menyangkut seorang anak ya, jangan sampai itu terlalu didramatisir. Artinya ini ibu sudah minta maaf, sudah menjalani proses hukum sampai dipidana, itu bagian dari bentuk pertanggungjawaban atas perilaku beliau. Kita memikirkan juga anak yang terkait sang ibu supaya nanti setelah makin besar, bertemu dengan teman-temannya lalu dijadikan bahan hujatan atau bullying 'kamu kan dulu ibunya gini',” ungkap psikolog berusia 69 tahun itu.
Kak Seto meminta, Gempi dibatasi untuk mengakses media sosial . Menurutnya, hal itu bertujuan menghindarkan Gempi dari paparan stigma buruk tentang orangtuanya, juga penurunan kepercayaan diri gadis kecil itu.
(Baca Juga: Agnez Mo saat Kecil Sering Menghilang Usai Kebaktian di Gereja, Ada Apa Ya? )
Sebaliknya, lanjut Kak Seto, mood Gempi harus dijaga agar tetap bahagia. Caranya antara lain dengan mengajak Gempi bermain dan beraktivitas tanpa menggunakan gadget.
“Kalau ini tidak mendapatkan treatment psikologi, baik dari keluarga maupun oleh profesional, memang akan terkena dampak negatif, tidak percaya diri. Kemudian menimbulkan sifat-sifat negatif terhadap orangtuanya dan sebagainya. Mohon sementara ini dipisahkan dari media sosial dulu. Ciptakan suasana gembira seperti bernyanyi, mendongeng, bermain, loncat-loncat supaya sibuk dan asyik dengan dunianya sebagai anak anak,” ungkap Kak Seto seusai mengisi acara di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, kemarin (5/1).
Kak Seto juga meminta agar kasus Gisel tidak dilebih-lebihkan karena khawatir dengan Gempi.
“Saya mohon, karena ini menyangkut seorang anak ya, jangan sampai itu terlalu didramatisir. Artinya ini ibu sudah minta maaf, sudah menjalani proses hukum sampai dipidana, itu bagian dari bentuk pertanggungjawaban atas perilaku beliau. Kita memikirkan juga anak yang terkait sang ibu supaya nanti setelah makin besar, bertemu dengan teman-temannya lalu dijadikan bahan hujatan atau bullying 'kamu kan dulu ibunya gini',” ungkap psikolog berusia 69 tahun itu.
Lihat Juga :