Mengejar Imunisasi yang Telat Pada Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?
Kamis, 07 Januari 2021 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Rotavirus adalah salah satu vaksin yang tak bisa dikejar. Sebab vaksin rotavirus memiliki batas waktu tiga bulan dari jadwal nasional. Vaksin lain yang tak bisa disusulkan adalah Haemophilus influenzae tipe B (Hi) dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Mengingat, anak yang berumur lebih dari lima tahun tidak lagi memerlukannya karena usia rentan terkait dengan vaksin tersebut adalah di bawah lima tahun.
Lantas vaksin apa saja yang bisa disusulkan? Diantaranya hepatitis B, polio, serta difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). “Untuk vaksin campak dapat menyusul sampai anak berusia setahun. Bila anak tak mendapat vaksin campak hingga usianya setahun lebih, orang tua bisa membawanya untuk menerima imunisasi campak, gondongan, dan rubela (MMR) secara langsung,” terang dr. Sjully.
Baca juga : Tiga Tanda pada Mata yang Menandakan Penyakit Mematikan
Program imunisasi kejar ini sendiri bisa diperuntukkan bagi anak hingga umur 18 tahun sesuai panduan WHO. Dijelaskan Prof. Cissy, imunisasi sedianya perlu untuk dilakukan secara berulang agar tubuh membangun antibodi yang optimal. "Antibodi tidak dibentuk pada imunisasi pertama," imbuhnya. Maka itu perlu imunisasi lanjutan untuk menyempurnakan imunisasi yang sebelumnya sudah dilakukan.
Lantas vaksin apa saja yang bisa disusulkan? Diantaranya hepatitis B, polio, serta difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). “Untuk vaksin campak dapat menyusul sampai anak berusia setahun. Bila anak tak mendapat vaksin campak hingga usianya setahun lebih, orang tua bisa membawanya untuk menerima imunisasi campak, gondongan, dan rubela (MMR) secara langsung,” terang dr. Sjully.
Baca juga : Tiga Tanda pada Mata yang Menandakan Penyakit Mematikan
Program imunisasi kejar ini sendiri bisa diperuntukkan bagi anak hingga umur 18 tahun sesuai panduan WHO. Dijelaskan Prof. Cissy, imunisasi sedianya perlu untuk dilakukan secara berulang agar tubuh membangun antibodi yang optimal. "Antibodi tidak dibentuk pada imunisasi pertama," imbuhnya. Maka itu perlu imunisasi lanjutan untuk menyempurnakan imunisasi yang sebelumnya sudah dilakukan.
(wur)
Lihat Juga :