Mengejar Imunisasi yang Telat Pada Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?
Kamis, 07 Januari 2021 - 10:40 WIB
loading...
Imunisasai pada anak yang terlambat bisa dilengkapi dengan program imunisasi kejar. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 membuat beberapa kegiatan menjadi harus ditunda. Termasuk program imunisasi yang sedianya dilakukan secara berkala. Banyak orangtua yang memilih untuk menunda imunisasi anaknya dengan alasan takut tertular Covid-19. Tetapi menurut Konsultan respirologi anak, Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Msc, PhD, Sp. A(K), jika masih memungkinkan maka imunisasi sebaiknya tidak ditunda untuk mencegah kemungkinan terkena infeksi nantinya.
Tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya faktor tempat tinggal apakah masuk ke dalam daftar zona merah Covid-19 atau bukan, dan lainnya. Jika situasi tidak memungkinkan barulah imunisasi bisa ditunda namun tetap perlu untuk dilakukan sesegera mungkin.
Baca juga : Optimalkan Kualitas Sperma, Tinggalkan Celana Dalam Ketat
"Bisa ditunda bila tidak memungkinkan misalnya karena posyandu atau puskesmasnya tutup. Tapi, harus diusahakan diberikan pada saat yang paling segera untuk semua imunisasi," beber Prof. Cissy. Opsi lain adalah dengan mengikuti imunisasi lewat program imunisasi kejar atau catch-up immunization, yang menjadi solusi jika anak terlambat mengikuti imunisasi.
Menurut dr. Sjully Mamahit, Sp.A, M.Kes, CIMI, Spesialis Anak, imunisasi kejar adalah tindakan vaksinasi terhadap orang yang belum menerima dosis vaksin tertentu atau terlewat dari jadwal imunisasi nasional padahal orang itu sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menerima vaksin.
“Pemberian imunisasi kejar bisa melalui program imunisasi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Walau begitu, imunisasi kejar tidak berlaku untuk semua jenis imunisasi. Ada beberapa imunisasi yang ketika sudah terlewat jadwalnya tak lagi perlu karena efektivitasnya telah berkurang,” terang dokter dari Primaya Hospital Makassar dari web resmi Primaya Hospital.
Baca juga : Kaki Sering Terasa Dingin, Waspada Gejala Diabetes Tipe 2
Tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya faktor tempat tinggal apakah masuk ke dalam daftar zona merah Covid-19 atau bukan, dan lainnya. Jika situasi tidak memungkinkan barulah imunisasi bisa ditunda namun tetap perlu untuk dilakukan sesegera mungkin.
Baca juga : Optimalkan Kualitas Sperma, Tinggalkan Celana Dalam Ketat
"Bisa ditunda bila tidak memungkinkan misalnya karena posyandu atau puskesmasnya tutup. Tapi, harus diusahakan diberikan pada saat yang paling segera untuk semua imunisasi," beber Prof. Cissy. Opsi lain adalah dengan mengikuti imunisasi lewat program imunisasi kejar atau catch-up immunization, yang menjadi solusi jika anak terlambat mengikuti imunisasi.
Menurut dr. Sjully Mamahit, Sp.A, M.Kes, CIMI, Spesialis Anak, imunisasi kejar adalah tindakan vaksinasi terhadap orang yang belum menerima dosis vaksin tertentu atau terlewat dari jadwal imunisasi nasional padahal orang itu sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menerima vaksin.
“Pemberian imunisasi kejar bisa melalui program imunisasi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Walau begitu, imunisasi kejar tidak berlaku untuk semua jenis imunisasi. Ada beberapa imunisasi yang ketika sudah terlewat jadwalnya tak lagi perlu karena efektivitasnya telah berkurang,” terang dokter dari Primaya Hospital Makassar dari web resmi Primaya Hospital.
Baca juga : Kaki Sering Terasa Dingin, Waspada Gejala Diabetes Tipe 2
Lihat Juga :