Nyeri Punggung Jadi Gejala COVID-19, Benarkah?
Selasa, 12 Januari 2021 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
“COVID-19 seperti virus lainnya, akan menyebabkan gejala sistemik,” ujar Marcuw Duda, spesilias bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear dikutip dari Prevention.
Serupa dengan flu, COVID-19 bisa menyebabkan tubuh mengalami nyeri di sekujur tubuh, sambung Duda. Begini penjelasannya, saat tubuh sakit, tubuh melepaskan imunitas untuk melawan material asing seperti bakteri atau virus.
“Nyeri sendi di punggung dan kaki adalah karena respon peradangan yang terjadi terhadap virus,” jelas Duda.
Infeksi virus ini menyebabkan tubuh meriang, mengigil, nyeri di bagian tubuh, dan sulit bergerak. “Lebih spesifik lagi, nyeri dan sakit otot adalah sebagai hasil dari sel sistem imunitas yang melepaskan interleukin. Ini adalah protein yang membantu melawan patogen yang menginfeksi tubuh,” beber Richard Watkins, M.D., profesor penyakit infeksi dan spesialis penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.
Kalau Anda mengalami gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan indera perasa dan penciuman, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di beberapa bagian tubuh, ini adalah gejala COVID-19.
“COVID-19 adalah unik sebab mengakibatkan respon peradangan di paru dan otak. Karenanya penderitanya bisa mengalami sakit kepala berbulan-bulan setelah virus hilang. Maka itu kenapa beberapa orang terkadang membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator,” terang Duda.
Serupa dengan flu, COVID-19 bisa menyebabkan tubuh mengalami nyeri di sekujur tubuh, sambung Duda. Begini penjelasannya, saat tubuh sakit, tubuh melepaskan imunitas untuk melawan material asing seperti bakteri atau virus.
“Nyeri sendi di punggung dan kaki adalah karena respon peradangan yang terjadi terhadap virus,” jelas Duda.
Infeksi virus ini menyebabkan tubuh meriang, mengigil, nyeri di bagian tubuh, dan sulit bergerak. “Lebih spesifik lagi, nyeri dan sakit otot adalah sebagai hasil dari sel sistem imunitas yang melepaskan interleukin. Ini adalah protein yang membantu melawan patogen yang menginfeksi tubuh,” beber Richard Watkins, M.D., profesor penyakit infeksi dan spesialis penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.
Kalau Anda mengalami gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan indera perasa dan penciuman, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di beberapa bagian tubuh, ini adalah gejala COVID-19.
“COVID-19 adalah unik sebab mengakibatkan respon peradangan di paru dan otak. Karenanya penderitanya bisa mengalami sakit kepala berbulan-bulan setelah virus hilang. Maka itu kenapa beberapa orang terkadang membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator,” terang Duda.
Lihat Juga :