Nyeri Punggung Jadi Gejala COVID-19, Benarkah?
Selasa, 12 Januari 2021 - 05:08 WIB
loading...
Presenter Ellen Degeneres telah pulih dari covid-19. Dia mengungkap salah satu gejala COVID-19 yang tidak biasa, dimana pungungnya terasa nyeri. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pada Desember lalu, presenter Ellen Degeneres mengumumkan dirinya positif COVID-19 . Wanita berusia 62 tahun itu memberikan kabar terakhir dirinya lewat video yang diposting di Twitter miliknya.
“Terimakasih untuk semua doanya. Aku sangat menghargainya. Aku merasa 100%. Aku merasa sangat baik,” kata Degeneres dalam postingannya. (Baca juga: Izin BPOM Keluar, Pemprov Jateng Segera Sebar Vaksin COVID-19 )
Sementara, Degeneres tampak bahagia dengan pemulihannya, dia mengungkapkan salah satu gejala COVID-19 yang tidak biasa. “Satu hal yang mereka tidak beritahu adalah munculnya nyeri punggung,” ujar dia.
Meski dia sendiri tidak tahu apakah nyeri punggung benar sebagai gejala COVID-19, meski Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak memasukkan sakit punggung sebagai gejala COVID-19. Namun, CDC memasukkan nyeri otot dan sakit pada tubuh sebagai tanda yang harus diwaspadai. Lalu, apakah sakit punggung adalah gejala umum COVID-19?
Sebuah survei yang dilakukan Survivor Corps, support group Facebook untuk penyintas COVID-19, serta Natalie Lambert, Ph.D., dari Indiana University’s School of Medicine, menemukan bahwa penyintas COVID-19 yang mengalami “long-haulers” (orang yang sudah sembuh dari COVID-19 tapi masih merasakan gejala atau efek samping COVID-19), melaporkan mengalami sakit di daerah punggung bawah, atas, hingga tengah.
Sakit punggung akibat COVID-19 adalah bagian dari nyeri atau sakit otot yang CDC masukkan dalam gejala resmi penyakit akibat SARS-COV2 tersebut. Laporan di bulan Februari tahun lalu dari WHO yang menganalisa hampir 56.000 kasus COVID-19 di China, menemukan 15% pasien mengalami sakit atau nyeri otot.
“Terimakasih untuk semua doanya. Aku sangat menghargainya. Aku merasa 100%. Aku merasa sangat baik,” kata Degeneres dalam postingannya. (Baca juga: Izin BPOM Keluar, Pemprov Jateng Segera Sebar Vaksin COVID-19 )
Sementara, Degeneres tampak bahagia dengan pemulihannya, dia mengungkapkan salah satu gejala COVID-19 yang tidak biasa. “Satu hal yang mereka tidak beritahu adalah munculnya nyeri punggung,” ujar dia.
Meski dia sendiri tidak tahu apakah nyeri punggung benar sebagai gejala COVID-19, meski Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak memasukkan sakit punggung sebagai gejala COVID-19. Namun, CDC memasukkan nyeri otot dan sakit pada tubuh sebagai tanda yang harus diwaspadai. Lalu, apakah sakit punggung adalah gejala umum COVID-19?
Sebuah survei yang dilakukan Survivor Corps, support group Facebook untuk penyintas COVID-19, serta Natalie Lambert, Ph.D., dari Indiana University’s School of Medicine, menemukan bahwa penyintas COVID-19 yang mengalami “long-haulers” (orang yang sudah sembuh dari COVID-19 tapi masih merasakan gejala atau efek samping COVID-19), melaporkan mengalami sakit di daerah punggung bawah, atas, hingga tengah.
Sakit punggung akibat COVID-19 adalah bagian dari nyeri atau sakit otot yang CDC masukkan dalam gejala resmi penyakit akibat SARS-COV2 tersebut. Laporan di bulan Februari tahun lalu dari WHO yang menganalisa hampir 56.000 kasus COVID-19 di China, menemukan 15% pasien mengalami sakit atau nyeri otot.
Lihat Juga :