Musisi Lokal Majalengka Didorong Lahirkan Enam Album di Tahun Ini

loading...
Musisi Lokal Majalengka Didorong Lahirkan Enam Album di Tahun Ini
Kasi Kesenian dan Kebudayaan, Didin Aminudin (memakai topi) saat hadir di salah satu acara musisi balada Majalengka Iman Sabumi. Foto: ist
MAJALENGKA - Di tengah masa pandemi, pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencoba untuk tetap melakukan aktivitas kreatifnya. Selama satu tahun ke depan, Komite Ekraf Majalengka mencoba untuk mendorong lahirnya enam album dari para musisi lokal .

Baca juga: Sentuhan ala Drakor Bakal Warnai Perjalanan Cinta Arsy Widianto dan Tiara Andini

Kabid Ekraf Disparbud Majalengka, Arief Gunawan mengatakan, lahirnya album tersebut sebagai salah satu tahapan yang perlu dilalui para pelaku ekraf . Dengan demikian, setiap produk yang dihasilkannya akan memiliki nilai tambah. "Sehingga berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum," kata dia ketika ditemui, belum lama ini.

Terpisah, Kasi Kesenian dan Kebudayaan Disparbud, Didin Aminudin mengatakan, akhir-akhir ini para musisi di Majalengka sejatinya sudah banyak yang telah melahirkan karya lagu hingga di angka puluhan. Namun, ungkap dia, sebagian besar dari mereka masih berkutat di level kreasi.



"Tugas Komite Ekraf itu mengawal lima proses ekraf. Kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Untuk bidang musik, kebanyakan musisi di sini masih di level kreasi. Tidak sedikit musisi kita yang sudah punya puluhan lagu, tapi tidak berlanjut ke pembuatan album," kata Didin yang juga pengurus Komite Ekraf Majalengka.

Atas pertimbangan itu, Komite Ekraf menargetkan bisa mengawal daya kreatif musisi di Majalengka untuk menempuh level selanjutnya. Diharapkan, akan ada 6 album yang akan di-launching pada 2021 ini.

"Proses kreasi, itu hak prerogatif dari si musisi itu. Masuk level produksi, akan ada banyal pihak yang terlibat. Begitu juga saat masuk level distribusi, akan lebih banyak lagi pihak. Kami targetkan selama 2021 ini akan mendampimgi teman-teman untuk me-launching 6 album," paparnya.



Lebih jauh, Didin menjelaskan, di Kabupaten Majalengka sejatinya sudah ada kalangan seniman dari salah satu bidang yang susah sampai level konsumsi. Dengan demikian, terdapat satu tahap lagi yang harus dilewati oleh yang bersangkutan.

Baca juga: Member NCT Sebut Bakal Ada Unit Baru yang Debut di Tahun Ini

"Konservasi. Dari sini, bagaimana karya seni itu bisa jadi ekraf, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga orang lain. Itu yang Komite Ekraf lakukan," ucap Didin.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top