Main Gadget Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Saraf
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Perlu diingat, kerusakan saraf bersifat irreversible atau tidak dapat diperbaiki, apabila kehilangan serabut saraf diatas 50%. Karenanya pencegahan dan pengobatan dini neuropati sangat penting untuk dilakukan.
Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot), karena itu sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi.
Baca Juga : Vaksin Sinovac Gunakan Virus yang Sudah Dimatikan
Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan , kebas, kram, dan kelemahan otot. Gangguan ini memiliki gejala yang diawali dengan kebas dan kesemutan ringan, menurunnya fungsi saraf, seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak, hingga kecacatan permanen. Diketahui 1 dari 3 orang sudah mulai mengalami gejala. Sayangnya, gejala awal kebas dan kesemutan ini seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.
Lebih jauh dr. Manfaluthy mengatakan, infeksi akibat neuropati banyak dialami oleh mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka. Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Infeksi semakin parah ketika dialami oleh penderita diabetes.
Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot), karena itu sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi.
Baca Juga : Vaksin Sinovac Gunakan Virus yang Sudah Dimatikan
Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan , kebas, kram, dan kelemahan otot. Gangguan ini memiliki gejala yang diawali dengan kebas dan kesemutan ringan, menurunnya fungsi saraf, seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak, hingga kecacatan permanen. Diketahui 1 dari 3 orang sudah mulai mengalami gejala. Sayangnya, gejala awal kebas dan kesemutan ini seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.
Lebih jauh dr. Manfaluthy mengatakan, infeksi akibat neuropati banyak dialami oleh mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka. Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Infeksi semakin parah ketika dialami oleh penderita diabetes.
Lihat Juga :