Pandemi Covid-19 Takkan Bisa Matikan Slank untuk Berkarya
Senin, 18 Januari 2021 - 21:09 WIB
loading...
Kondisi yang serba terbatas akibat pandemi Covid-19 tak menghentikan langkah Slank untuk berkarya. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret tahun lalu tidak menyurutkan musisi-musisi Tanah Air untuk terus berkarya, salah satunya grup musik veteran Slank . Meski para personel Slank jarang bertatap muka lantaran anjuran di rumah saja selama pandemi, namun mereka mampu melahirkan album barunya bertajuk Vaksin.
Baca juga: Seungri Mengancam Karyawan JYP Entertainment?
Dengan kondisi masih pandemi, album ke-24 Slank itu pun digarap dengan sangat berbeda dibanding album-album sebelumnya. Bimbim dkk kali ini benar-benar memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk merekam materinya di rumah masing-masing. "Kami benar-benar mengandalkan teknologi. Mulai dari diskusi lewat WhatsApp, rapat Zoom, mengirim data via Google Drive," ujar Bimbim dalam saat virtual conference, Senin (18/1).
Penabuh drum Slank itu pun menambahkan bahwa kondisi yang serba terbatas tak menghentikan kreativitas grup musik yang dibesutnya sejak 1983 tersebut. "Dalam keadaan terbatas kami semakin memberontak cari-cari jalan keluar untuk terus berkarya. Seperti dulu narkoba tak mampu menghentikan langkah kami, pandemi Covid-19 ini pun tak akan bisa mematikan karya Slank," paparnya.
Pada album yang berisi 10 lagu ini, Slank mengangkat empat tema yang selalu melekat dalam album Slank, yakni cinta, lingkungan hidup, sosial dan pergerakan anak muda. Walaupun albumnya bernama Vaksin, akan tetapi hal tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19, yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Baca juga: Seungri Mengancam Karyawan JYP Entertainment?
Dengan kondisi masih pandemi, album ke-24 Slank itu pun digarap dengan sangat berbeda dibanding album-album sebelumnya. Bimbim dkk kali ini benar-benar memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk merekam materinya di rumah masing-masing. "Kami benar-benar mengandalkan teknologi. Mulai dari diskusi lewat WhatsApp, rapat Zoom, mengirim data via Google Drive," ujar Bimbim dalam saat virtual conference, Senin (18/1).
Penabuh drum Slank itu pun menambahkan bahwa kondisi yang serba terbatas tak menghentikan kreativitas grup musik yang dibesutnya sejak 1983 tersebut. "Dalam keadaan terbatas kami semakin memberontak cari-cari jalan keluar untuk terus berkarya. Seperti dulu narkoba tak mampu menghentikan langkah kami, pandemi Covid-19 ini pun tak akan bisa mematikan karya Slank," paparnya.
Pada album yang berisi 10 lagu ini, Slank mengangkat empat tema yang selalu melekat dalam album Slank, yakni cinta, lingkungan hidup, sosial dan pergerakan anak muda. Walaupun albumnya bernama Vaksin, akan tetapi hal tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19, yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Lihat Juga :