10 Tren Mode Paling Berbahaya Sepanjang Masa
Sabtu, 18 April 2020 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Style yang dipopulerkan oleh designer Paul Poiret, adalah jenis rok panjang yang menyempit di bagian mata kaki dan kadang ada ikatan di bawah lutut. Memakai rok ini sangat menghalangi gerakan pada wanita dan bisa berakibat cedera.
Sesuai namanya (hobble = pincang), rok ini membuat pemakainya terpincang-pincang dengan langkah-langkah kecil saat berjalan. Hal itu disebabkan karena bagian bawah rok dibuat sesempit mungkin.
5. Powdered Wigs/Wig bubuk (1760-an)

Tren fesyen yang dinamai berdasarkan nama pasta populer dari Italia ini pernah populer di kalangan bangsawan Inggris pada sekitar 1760. Tren ini dikenal dengan pemakaian wig besar, yang bahkan kadang dua kali ukuran kepala pemakainya.
Tren macaroni diperkirakan muncul di tahun 1760 ketika para bangsawan Inggris baru kembali dari perjalanan mereka mengelilingi Eropa. Dan setelah itu, mereka pun terlihat mulai sering memakai wig super besar dengan hiasan topi kecil di atasnya.
Mode sebagai simbol status ini menciptakan beberapa risiko kesehatan. Epidemi sifilis merusak Eropa selama abad 17 dan 18 mengakibatkan rambut pemakai wig ini rontok. Ini sebagai salah satu dari banyak efek samping yang tidak menyenangkan.
6. Foot Binding/Pengikat kaki (1912)

Foot Binding sekali lagi adalah salah satu tren mode paling aneh dan berbahaya yang biasa digunakan wanita China sejak Dinasti Song hingga 1912. Setelah periode ini, Foot Binding secara resmi dilarang.
Para perempuan biasa menekuk tulang-tulang kaki mereka agar pas dengan sepatu Lotus tradisional yang panjangnya sekitar 4 inci. Kebiasaan itu dimulai di antara kelompok usia 4 dan 9 tahun. Mereka biasa menutupi kaki mereka dengan perban setiap hari selama sekitar 2 tahun untuk mencapai bentuk dan ukuran yang tepat sehingga kaki bisa masuk ke dalam sepatu tanpa kesulitan apa pun.
7. Tudor Ruffs

Fesyen Tudor Ruff tidak memiliki tujuan praktis selain membuat leher dari zaman Elizabethan menjadi sangat tidak nyaman. Pakaian hias yang disukai Ratu Elizabeth I ini akan menjadi salah satu simbol mode paling ikonik pada periode itu.
Meski demikian mode ini juga berpotensi berbahaya karena jumlah pin yang diperlukan untuk mempertahankan bentuk yang kaku. Awalnya dipakai seperti kalung renda, ruff mulai berkembang pesat seiring dengan popularitasnya.
Lihat Juga :