5 Kutipan Bahasa Jawa Favorit dari Film Sobat Ambyar

loading...
5 Kutipan Bahasa Jawa Favorit dari Film Sobat Ambyar
Film mendiang Didi Kempot berjudul Sobat Ambyar di Netflix, penonton diajak melihat kutipan-kutipan bahasa Jawa yang bisa jadi favorit Anda yang baru. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Sebuah kutipan, baik itu dari film maupun buku, biasanya dapat menjadi sumber hiburan dan motivasi agar kita bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Dengan tayangnya film mendiang Didi Kempot berjudul Sobat Ambyar di Netflix, kini saatnya melihat kutipan-kutipan bahasa Jawa yang mungkin dapat menjadi favorit Anda yang baru.

Diproduseri dan dibintangi oleh mendiang Didi Kempot, film yang tayang perdana pada 14 Januari 2021 ini menyuguhkan kisah cinta, canda tawa, patah hati, dan persahabatan yang terinspirasi dan diiringi oleh lagu-lagu campursari sang maestro yang populer.

Baca juga: Grand Final The Next Didi Kempot Gtv Siap Lahirkan Ikon Baru Musik Pop Jawa

Sombat Ambyar menceritakan sosok pria sederhana bernama Jatmiko (Bhisma Mulia) yang menghadapi pasang-surut percintaan ketika bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Saras (Denira Wiguna). Selain dua artis muda berbakat Bhisma Mulia dan Denira Wiguna, film ini juga turut menampilkan Erick Estrada, Mo Sidik, Asri Welas, serta pendatang baru di industri film Indonesia, Fransisca Saraswati Puspa Dewi (Sisca JKT48).



Disutradarai oleh Charles Gozali dan Bagus Bramanti, Sobat Ambyar merupakan persembahan terakhir penyanyi dengan sebutan Godfather of Broken Heart ini kepada para penggemarnya yang dikenal dengan sebutan Sobat Ambyar. Berikut lima kutipan bahasa Jawa favorit dari film Sobat Ambyar.

1. Merga energimu positif, makane alam semesta mendukung
Karakter Kopet (Erick Estrada) pasti sudah tak asing lagi bagi yang telah menyaksikan Sobat Ambyar. Dengan sifatnya yang jenaka, Kopet kerap melontarkan kata-kata yang tak hanya menghibur namun juga penuh makna. Salah satu ucapannya yang paling terkenang adalah “Merga energimu positif, makane alam semesta mendukung”. Kalimat ini mengandung arti bahwa selama kita bisa berpikir positif, pasti selalu ada jalan untuk mencapai yang kita mau.

2. Nek su’udzon terus, kapan kowe duwe bojo?
Celetukan Kopet lainnya yang mengena di hati adalah “Nek su’udzon terus, kapan kowe duwe bojo?”. Hal ini disampaikannya kepada Jatmiko (Bhisma Mulia) yang masih malu-malu untuk berkenalan dengan Saras (Denira Wiraguna). Pada intinya, pikiran negatif akan membuat seseorang sulit berjodoh. Lebih baik melakukan sesuatu dan gagal dibandingkan tidak melakukan sesuatu tetapi kehilangan kesempatan.



Baca juga: Saka Praja, Putra Didi Kempot Antar 7 Talenta Terbaik ke Grand Final The Next Didi Kempot

3. Cinta yo cinta, tapi ga ngrepotke wong
Rasa cinta yang begitu besar membuat Jatmiko rela melakukan apa saja untuk wanita pujaan hatinya, sampai-sampai semua orang dibuat repot karena ulahnya, termasuk seorang pengendara ojek online. Merasa kesal, pengendara ini pun berkomentar, “Cinta yo cinta, tapi ga ngrepotke wong". Boleh saja menunjukkan cinta terhadap seseorang, namun jangan sampai merepotkan orang-orang di sekitar.

4. Ngelaleake kuwi masalah tekad. Yo emang angel, tapi nek ditekati pasti isa
Lagi-lagi Kopet memberikan petuah yang berguna untuk mengusir kegalauan Jatmiko, “Ngelaleake kuwi masalah tekad. Yo emang angel, tapi nek ditekati pasti isa". Kata-katanya kali ini menekankan bahwa melupakan seseorang membutuhkan tekad yang kuat. Walau sulit, semuanya bisa dilewati selama kita memiliki tekad.

5. Patah hati, hayo dijogeti wae
Kutipan ini adalah salah satu hal yang membuat Didi Kempot menjadi sosok yang sangat terkenang. Beliau juga menasehati Jatmiko dengan ucapan yang sama ketika ditanya mengenai cara untuk melupakan kesedihan. Merasa sakit hati karena putus cinta adalah hal yang wajar, namun tidak usah berlarut lama-lama dalam keterpurukan. Jogeti dan tertawakan saja agar bisa cepat sembuh dan siap memulai lembaran baru.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top