Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi UMKM Bangka Belitung
Jum'at, 05 Februari 2021 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Berkat usaha dan kerja keras para pelaku ekonomi kreatif lokal, Bangka Belitung menjadi salah satu daerah yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Bupati Belitung Sahani Saleh.
Sahani mengatakan, meski ekonomi dunia tengah mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, perekonomian Belitung justru mengalami peningkatan hingga 2,4.
"Dimana mana mungkin bahkan di dunia pun ekonomi minus, tapi alhamdulillah di Belitung masih +2,4. Ini betul betul UMKM kita lah yang menunjang. Walaupun keterpurukan dan segala macam, alhamdulillah UMKM kita masih surplus dalam pertumbuhan ekonomi, ini satu hal pak menteri, kami di sini masih adem adem saja karena masih bertahan," jelas Sahani.
Pertumbuhan industri UMKM di Belitung, lanjut Sahani memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Jumlah UMKM di Belitung kini sudah mencapai 19.000 unit.
"UMKM, kita ingat awal itu hanya 3000 uni, sekarang sudah lebih dari 19.000. Dan di sisi lain, PAD kita dulunya hanya Rp70 miliar, sekarang ini mencapi Rp210 miliar. Semua murni ditopang UMKM. Sehingga di sini kita walaupun Covid-19 kelihatannya masih adem-adem saja," kata Sahani.
Sahani mengatakan, meski ekonomi dunia tengah mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, perekonomian Belitung justru mengalami peningkatan hingga 2,4.
"Dimana mana mungkin bahkan di dunia pun ekonomi minus, tapi alhamdulillah di Belitung masih +2,4. Ini betul betul UMKM kita lah yang menunjang. Walaupun keterpurukan dan segala macam, alhamdulillah UMKM kita masih surplus dalam pertumbuhan ekonomi, ini satu hal pak menteri, kami di sini masih adem adem saja karena masih bertahan," jelas Sahani.
Pertumbuhan industri UMKM di Belitung, lanjut Sahani memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Jumlah UMKM di Belitung kini sudah mencapai 19.000 unit.
"UMKM, kita ingat awal itu hanya 3000 uni, sekarang sudah lebih dari 19.000. Dan di sisi lain, PAD kita dulunya hanya Rp70 miliar, sekarang ini mencapi Rp210 miliar. Semua murni ditopang UMKM. Sehingga di sini kita walaupun Covid-19 kelihatannya masih adem-adem saja," kata Sahani.
Lihat Juga :