Wanita Hamil Covid-19 Bisa Mentransfer Antibodi pada Bayinya
Sabtu, 06 Februari 2021 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Imunoglobulin G (IgG) adalah sejenis antibodi yang terdapat dalam darah tali pusat yang membantu melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Sesuai penelitian terbaru, imunoglobulin G (IgG) terdeteksi pada 83 dari 1.471 wanita (6%) saat melahirkan, dan IgG ditemukan dalam darah tali pusat dari 72 dari 83 bayi baru lahir (87%).
Ini mencerminkan tingkat IgG yang sama pada ibu dan bayi baru lahir. Sebanyak 11 bayi yang dites negatif untuk antibodi tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar IgG pada ibu mereka atau karena rendahnya jumlah produksi antibodi oleh ibu.
Baca juga: Enggak Pede Hamil Anak Pertama, Zaskia Sungkar Ogah Stres
Sebaliknya, tidak ada antibodi IgM, yang merupakan antibodi pertama yang muncul sebagai respons terhadap paparan awal antigen, ditemukan dalam darah tali pusat ibu. Hal ini menunjukkan bahwa ibu tidak menginfeksi anaknya selama kehamilan karena antibodi IgM tidak dapat ditransfer melalui plasenta.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah antibodi SARS-CoV-2 melindungi terhadap infeksi bayi baru lahir. Jika demikian, pada konsentrasi apa, dan apakah kinetika transplasental dari antibodi yang diperoleh dari vaksin serupa dengan antibodi yang diperoleh secara alami," ujar peneliti.
Ini mencerminkan tingkat IgG yang sama pada ibu dan bayi baru lahir. Sebanyak 11 bayi yang dites negatif untuk antibodi tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar IgG pada ibu mereka atau karena rendahnya jumlah produksi antibodi oleh ibu.
Baca juga: Enggak Pede Hamil Anak Pertama, Zaskia Sungkar Ogah Stres
Sebaliknya, tidak ada antibodi IgM, yang merupakan antibodi pertama yang muncul sebagai respons terhadap paparan awal antigen, ditemukan dalam darah tali pusat ibu. Hal ini menunjukkan bahwa ibu tidak menginfeksi anaknya selama kehamilan karena antibodi IgM tidak dapat ditransfer melalui plasenta.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah antibodi SARS-CoV-2 melindungi terhadap infeksi bayi baru lahir. Jika demikian, pada konsentrasi apa, dan apakah kinetika transplasental dari antibodi yang diperoleh dari vaksin serupa dengan antibodi yang diperoleh secara alami," ujar peneliti.
(tdy)
Lihat Juga :