Prevalensi Kusta pada Anak Tinggi, Ini Upaya Kemenkes
Minggu, 07 Februari 2021 - 21:00 WIB
loading...
Prevalensi kasus baru kusta pada anak cenderung masih tinggi. Foto Ilustrasi/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) per 13 Januari 2021, kasus baru kusta pada anak mencapai 9,14%. Angka ini belum mencapai target pemerintah yaitu di bawah 5%.
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM. MARS mengemukakan bahwa prevalensi kasus baru kusta pada anak cenderung masih tinggi. "Kasus pada anak harus menjadi perhatian karena mereka akan bersekolah, risiko penularan pada teman-teman di sekolah dan dampak sosial yang ada. Ini harus menjadi perhatian bagaimana kita mengatasinya," kata dr. Maxi.
Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil Berbahaya Bagi Kesehatan
Sekretaris Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia (KSMHI) Perdoski dr. Zunarsih Sp.KK menjelaskan, kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Kusta menular melalui saluran pernapasan. Gejala awal kusta ditandai dengan timbulnya bercak merah ataupun putih pada kulit. Apabila tidak diobati, penyakit kusta berpotensi menimbulkan kecatatan yang sering kali menyebabkan diskriminasi baik kepada penderita maupun keluarga.
"Kalau mereka tidak segera ditemukan dan diobati, itu akan mendapatkan stigma serta diskriminasi seumur hidup. Kalau kondisi tangannya sudah putus-putus, sudah kiting. Bagaimana dia bisa sekolah dengan baik, saat dewasa bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik," terangnya.
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM. MARS mengemukakan bahwa prevalensi kasus baru kusta pada anak cenderung masih tinggi. "Kasus pada anak harus menjadi perhatian karena mereka akan bersekolah, risiko penularan pada teman-teman di sekolah dan dampak sosial yang ada. Ini harus menjadi perhatian bagaimana kita mengatasinya," kata dr. Maxi.
Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil Berbahaya Bagi Kesehatan
Sekretaris Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia (KSMHI) Perdoski dr. Zunarsih Sp.KK menjelaskan, kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Kusta menular melalui saluran pernapasan. Gejala awal kusta ditandai dengan timbulnya bercak merah ataupun putih pada kulit. Apabila tidak diobati, penyakit kusta berpotensi menimbulkan kecatatan yang sering kali menyebabkan diskriminasi baik kepada penderita maupun keluarga.
"Kalau mereka tidak segera ditemukan dan diobati, itu akan mendapatkan stigma serta diskriminasi seumur hidup. Kalau kondisi tangannya sudah putus-putus, sudah kiting. Bagaimana dia bisa sekolah dengan baik, saat dewasa bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik," terangnya.
Lihat Juga :