KDRT yang Dialami Nindy Ayunda Toxic Relationship, Dampaknya ke Lima Hal Ini
Rabu, 17 Februari 2021 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh toxic relationship pada kesehatan, Josh Axe, DC, DNM, CNS, pendiri Ancient Nutrition dan DrAxe.com, menjelaskan secara gamblang. Berikut pengaruh hubungan beracun pada seseorang.
1. Pengaruhi Fisik
“Tubuh kita merespon tekanan fisik dan mental sebagai ancaman. Tubuh lalu mencoba mengatasinya,” kata Axe.
Ketika berbicara tentang stres, kita akan mengingat reaksi kita terhadap pengalaman hidup yang menyangkut fisik dan mental akibat dari toxic relationship yang pernah dijalani. “Kita akan mengalami perubahan pada tubuh ketika stres karena ini adalah insting alami tubuh saat berhadapan dengan situasi yang serius dan tubuh mencoba mengatasinya,” urai Axe.
2. Perubahan Hormonal
"Sebagai manusia, kita mengadaptasi untuk merespon ancaman dengan melawan atau pergi. Beberapa peneliti menyebut respon stres kita sebagai reaksi metabolik terhadap perubahan hormonal karena adanya stres yang memengaruhi mental kita,” terang Axe.
Ini terjadi di hipotalamus sebagai pusat komando di otak yang bertanggung jawab terhadap keseimbangan hormonal. Area otak ini juga yang merespon stres.
Axe menjelaskan, saat tubuh sedang stres, sekresi dari hormon stres seperti adrenalin dan kortisol membanjiri tubuh. Hal ini berpengaruh terhadap mental dan fisik. Ia mencontohkan, perubahan kardiometabolik terjadi ketika kita stres, misalnya gula darah meningkat dan jantung berdetak lebih kencang. Ini bisa terjadi ketika seseorang merasa sedang terancam ataupun saat depresi.
Hati, sistem pencernaan, dan sistem reproduksi juga akan bekerja berbeda sebagai respon dari meningkatnya hormon stres dalam darah.
1. Pengaruhi Fisik
“Tubuh kita merespon tekanan fisik dan mental sebagai ancaman. Tubuh lalu mencoba mengatasinya,” kata Axe.
Ketika berbicara tentang stres, kita akan mengingat reaksi kita terhadap pengalaman hidup yang menyangkut fisik dan mental akibat dari toxic relationship yang pernah dijalani. “Kita akan mengalami perubahan pada tubuh ketika stres karena ini adalah insting alami tubuh saat berhadapan dengan situasi yang serius dan tubuh mencoba mengatasinya,” urai Axe.
2. Perubahan Hormonal
"Sebagai manusia, kita mengadaptasi untuk merespon ancaman dengan melawan atau pergi. Beberapa peneliti menyebut respon stres kita sebagai reaksi metabolik terhadap perubahan hormonal karena adanya stres yang memengaruhi mental kita,” terang Axe.
Ini terjadi di hipotalamus sebagai pusat komando di otak yang bertanggung jawab terhadap keseimbangan hormonal. Area otak ini juga yang merespon stres.
Axe menjelaskan, saat tubuh sedang stres, sekresi dari hormon stres seperti adrenalin dan kortisol membanjiri tubuh. Hal ini berpengaruh terhadap mental dan fisik. Ia mencontohkan, perubahan kardiometabolik terjadi ketika kita stres, misalnya gula darah meningkat dan jantung berdetak lebih kencang. Ini bisa terjadi ketika seseorang merasa sedang terancam ataupun saat depresi.
Hati, sistem pencernaan, dan sistem reproduksi juga akan bekerja berbeda sebagai respon dari meningkatnya hormon stres dalam darah.
Lihat Juga :