Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Kamis, 18 Februari 2021 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian besar kanker payudara juga ditemukan saat masih terlokalisasi di payudara dan kelenjar getah bening di ketiak pada sisi yang sama.
"Kanker payudara pada fase lebih dini dapat diobati secara efektif dan berpotensi dapat disembuhkan dengan operasi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi bertarget, dan radioterapi," terangnya.
Selain kanker payudara, lanjut Dr Wong, kanker serviks juga menjadi ancaman lain bagi perempuan. Kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan terjadi di jaringan serviks (organ yang menghubungkan rahim dan vagina).
Infeksi HPV umumnya terjadi akibat aktivitas seksual dimana 80 persen atau 90 persen infeksi bersifat sementara dan sebagian kecil kasus dapat memicu pertumbuhan abnormal pada sel-sel lapisan dalam.
"Sel-sel ini kemudian dapat berkembang menjadi prakanker, yakni perubahan prainvasif yang disebut CIN (cervical intraepithelial beoplasia) yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker invasif," jelasnya.
Baca Juga : Kenali Enam Gejala Darurat dari Hipertensi yang Mematikan
Dr Wong menyebutkan, tidak ada tanda atau gejala infeksi HPV atau perubahan prakanker. Bahkan, dalam beberapa kasus, tanda atau gejala infeksi HPV pada kanker serviks stadium awal pun tidak terdeteksi. Dalam banyak kasus, gejala dapat berkembang hanya ketika sel kanker mulai menyerang jaringan sekitarnya.
"Skrining serviks secara teratur dapat mendeteksi sel prakanker atau kanker di serviks dan secara signifikan mengurangi risiko berkembangnya kanker serviks," imbuh pemegang gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Bedah (MB ChB) dari University of Manchester di Inggris itu.
"Kanker payudara pada fase lebih dini dapat diobati secara efektif dan berpotensi dapat disembuhkan dengan operasi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi bertarget, dan radioterapi," terangnya.
Selain kanker payudara, lanjut Dr Wong, kanker serviks juga menjadi ancaman lain bagi perempuan. Kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan terjadi di jaringan serviks (organ yang menghubungkan rahim dan vagina).
Infeksi HPV umumnya terjadi akibat aktivitas seksual dimana 80 persen atau 90 persen infeksi bersifat sementara dan sebagian kecil kasus dapat memicu pertumbuhan abnormal pada sel-sel lapisan dalam.
"Sel-sel ini kemudian dapat berkembang menjadi prakanker, yakni perubahan prainvasif yang disebut CIN (cervical intraepithelial beoplasia) yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker invasif," jelasnya.
Baca Juga : Kenali Enam Gejala Darurat dari Hipertensi yang Mematikan
Dr Wong menyebutkan, tidak ada tanda atau gejala infeksi HPV atau perubahan prakanker. Bahkan, dalam beberapa kasus, tanda atau gejala infeksi HPV pada kanker serviks stadium awal pun tidak terdeteksi. Dalam banyak kasus, gejala dapat berkembang hanya ketika sel kanker mulai menyerang jaringan sekitarnya.
"Skrining serviks secara teratur dapat mendeteksi sel prakanker atau kanker di serviks dan secara signifikan mengurangi risiko berkembangnya kanker serviks," imbuh pemegang gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Bedah (MB ChB) dari University of Manchester di Inggris itu.
Lihat Juga :