Pisah 18 Tahun, Andy Lau dan Tony Leung Kembali Adu Akting di Film ‘Goldfinger’
Sabtu, 20 Februari 2021 - 09:06 WIB
loading...
Andy Lau dan Tony Leung Chiu-Wai bakal reuni dalam film baru Goldfinger, setelah 18 tahun berlalu saat keduanya tampil di film Internal Affairs. Foto/Variety.
A
A
A
JAKARTA - Andy Lau dan Tony Leung Chiu-Wai akan bekerja sama dalam film aksi besar baru berjudul "Goldfinger", setelah 18 tahun berlalu saat keduanya tampil di film “Internal Affairs”.
Reuni ini akan ditulis dan disutradarai oleh Felix Chong, penulis skenario untuk serial "Internal Affairs", dimana film ini juga akan dibintangi pemain senior Hong Kong Simon Yam dan Philip Keung, serta Alex Fong Chung-sun. Ada juga bintang muda Cantopop Charlene Choi, Chin Ka-lok dan Carlos Chan.
Baca juga: Celine Evangelista Ngaku 2 Kali Positif Covid-19
Dilansir Variety, ‘Goldfinger’ akan mengambil latar 1980-an, yang menggambarkan intrik tajam antara elit bisnis Hong Kong yang berdesak-desakan di tengah latar belakang kekuasaan kolonial Inggris. Ini menceritakan kisah bangkit dan runtuhnya perusahaan fiksi Hong Kong bernama Jiali Group, mengikuti kesusahan ketuanya Cheng Yiyan melalui penyelidikan selama 15 tahun oleh Komisi Independen Anti Korupsi saat pembunuhan dilakukan, miliaran nilai pasar menguap dan jutaan dihabiskan untuk biaya litigasi.
Film tersebut dikabarkan terinspirasi dari nasib Carrian Group, konglomerat Hong Kong yang tumbuh pesat pada 1980-an sebelum ambruk dalam skandal tak lama kemudian.
Reuni ini akan ditulis dan disutradarai oleh Felix Chong, penulis skenario untuk serial "Internal Affairs", dimana film ini juga akan dibintangi pemain senior Hong Kong Simon Yam dan Philip Keung, serta Alex Fong Chung-sun. Ada juga bintang muda Cantopop Charlene Choi, Chin Ka-lok dan Carlos Chan.
Baca juga: Celine Evangelista Ngaku 2 Kali Positif Covid-19
Dilansir Variety, ‘Goldfinger’ akan mengambil latar 1980-an, yang menggambarkan intrik tajam antara elit bisnis Hong Kong yang berdesak-desakan di tengah latar belakang kekuasaan kolonial Inggris. Ini menceritakan kisah bangkit dan runtuhnya perusahaan fiksi Hong Kong bernama Jiali Group, mengikuti kesusahan ketuanya Cheng Yiyan melalui penyelidikan selama 15 tahun oleh Komisi Independen Anti Korupsi saat pembunuhan dilakukan, miliaran nilai pasar menguap dan jutaan dihabiskan untuk biaya litigasi.
Film tersebut dikabarkan terinspirasi dari nasib Carrian Group, konglomerat Hong Kong yang tumbuh pesat pada 1980-an sebelum ambruk dalam skandal tak lama kemudian.
Lihat Juga :