Pandemi Belum Berakhir, Penderita Mata Minus Terus Meningkat Termasuk Anak-Anak
Selasa, 23 Februari 2021 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Gaya Nissa Sabyan VS Ririe Fairus, Siapa yang Paling Keren dan Elegan?
Lalu Dr Gusti melanjutkan bahwa bukan saja membuat penderitanya tak nyaman ketika beraktivitas, jika tidak segera diatasi, miopia bisa menyebabkan komplikasi lanjutan seperti mata malas, katarak, glaukoma, dan retina lepas. Bahkan, sampai kebutaan. Karenanya, gejala miopia yang terkesan remeh antara lain sering memicingkan mata saat melihat, kesulitan memandang jauh ketika berkendara, sering mendekatkan mata ke layar TV atau ponsel, mata terasa lelah dan tegang, serta kerap mengucek mata) patut diwaspadai. Pemeriksaan mata secara berkala (minimal 6-12 bulan sekali) menjadi kunci.
“Myopia Control Care mengedepankan integrasi antar sub-spesialis mata di JEC. Artinya, pemeriksaan dan penanganan terhadap pasien, baik yang sudah menderita miopia ataupun berpotensi mata minus, meliputi seluruh aspek mata. Dari sisi teknologi, layanan ini juga diperkuat alat diagnostik termutakhir yakni Pentacam AXL, yang mampu mengukur seluruh data organ mata, seperti panjang bola mata, keadaan kornea dan ketebalan lensa,“ jelas Dr. Damara Andalia, SpM selaku Wakil Ketua JEC Myopia Control Care.
Baca juga : Cara Memilih Cleansing Foam yang Tepat untuk Cowok
JEC Myopia Control Care menawarkan layanan dari tahapan awal: konsultasi dan screening mata secara komprehensif, hingga langkah-langkah treatment berdasarkan tingkatan kebutuhan dan usia (anak-anak hingga dewasa). Mulai pemberian vitamin, terapi obat tetes mata, anjuran penggunaan kacamata yang terkustomisasi, terapi lensa kontak (Ortho-K, RGP Lens, Scleral Lens), sampai koreksi refraksi dengan LASIK/ReLEx SMILE.
Lalu Dr Gusti melanjutkan bahwa bukan saja membuat penderitanya tak nyaman ketika beraktivitas, jika tidak segera diatasi, miopia bisa menyebabkan komplikasi lanjutan seperti mata malas, katarak, glaukoma, dan retina lepas. Bahkan, sampai kebutaan. Karenanya, gejala miopia yang terkesan remeh antara lain sering memicingkan mata saat melihat, kesulitan memandang jauh ketika berkendara, sering mendekatkan mata ke layar TV atau ponsel, mata terasa lelah dan tegang, serta kerap mengucek mata) patut diwaspadai. Pemeriksaan mata secara berkala (minimal 6-12 bulan sekali) menjadi kunci.
“Myopia Control Care mengedepankan integrasi antar sub-spesialis mata di JEC. Artinya, pemeriksaan dan penanganan terhadap pasien, baik yang sudah menderita miopia ataupun berpotensi mata minus, meliputi seluruh aspek mata. Dari sisi teknologi, layanan ini juga diperkuat alat diagnostik termutakhir yakni Pentacam AXL, yang mampu mengukur seluruh data organ mata, seperti panjang bola mata, keadaan kornea dan ketebalan lensa,“ jelas Dr. Damara Andalia, SpM selaku Wakil Ketua JEC Myopia Control Care.
Baca juga : Cara Memilih Cleansing Foam yang Tepat untuk Cowok
JEC Myopia Control Care menawarkan layanan dari tahapan awal: konsultasi dan screening mata secara komprehensif, hingga langkah-langkah treatment berdasarkan tingkatan kebutuhan dan usia (anak-anak hingga dewasa). Mulai pemberian vitamin, terapi obat tetes mata, anjuran penggunaan kacamata yang terkustomisasi, terapi lensa kontak (Ortho-K, RGP Lens, Scleral Lens), sampai koreksi refraksi dengan LASIK/ReLEx SMILE.
(sal)
Lihat Juga :