Order Anjlok, UMKM Kuliner Bertahan Karena Pesanan Online
Senin, 20 April 2020 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Dengan maraknya pesanan kuliner secara online, tampaknya pemilik platform layanan seperti Grab cukup cepat mengambil langkah. Terutama soal keaman dan kebersihan yang kini jadi perhatian utama konsumen.
”Kami sudah menerapkan standar keamanan terpadu untuk layanan pesan- antar makanan,” ujar Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Menurut Neneng, ada pedoman, perangkat, dan materi pelatihan baru yang dapat membantu mitra merchant mengimplementasikannya ke proses kerja harian mereka.
Misalnya opsi pengantaran tanpa kontak, menyertakan Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan, juga pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin.
Menurut Neneng, jika salah satu mitra pengantaran GrabFood menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, atau batuk, mitra merchant dapat melaporkannya kepada tim layanan pelanggan Grab dan meminta mitra pengantaran lain untuk menggantikan.
Selain itu, mitra merchant juga diminta untuk menerapkan physical distancing setidaknya 2 meter pada saat terjadi antrean. Mereka juga diwajibkan untuk meningkatkan frekuensi pembersihan area persiapan makanan dan lainnya, setidaknya setiap 4 jam.
Lalu, semua karyawan yang menangani makanan harus mengenakan masker, sarung tangan, dan tutup kepala. Daging dan bahan mentah harus dijaga agar tetap higienis. Semua pesanan makanan yang akan diantarkan harus disegel dengan benar untuk menghindari kontaminasi.
”Kami sudah menerapkan standar keamanan terpadu untuk layanan pesan- antar makanan,” ujar Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Menurut Neneng, ada pedoman, perangkat, dan materi pelatihan baru yang dapat membantu mitra merchant mengimplementasikannya ke proses kerja harian mereka.
Misalnya opsi pengantaran tanpa kontak, menyertakan Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan, juga pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin.
Menurut Neneng, jika salah satu mitra pengantaran GrabFood menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, atau batuk, mitra merchant dapat melaporkannya kepada tim layanan pelanggan Grab dan meminta mitra pengantaran lain untuk menggantikan.
Selain itu, mitra merchant juga diminta untuk menerapkan physical distancing setidaknya 2 meter pada saat terjadi antrean. Mereka juga diwajibkan untuk meningkatkan frekuensi pembersihan area persiapan makanan dan lainnya, setidaknya setiap 4 jam.
Lalu, semua karyawan yang menangani makanan harus mengenakan masker, sarung tangan, dan tutup kepala. Daging dan bahan mentah harus dijaga agar tetap higienis. Semua pesanan makanan yang akan diantarkan harus disegel dengan benar untuk menghindari kontaminasi.
(dan)
Lihat Juga :