Order Anjlok, UMKM Kuliner Bertahan Karena Pesanan Online
Senin, 20 April 2020 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengaku memilih untuk beroperasi seperti biasa supaya karyawan tetap memperoleh gaji utuh setiap bulan. ”Tentu dengan meningkatkan standar kebersihan dan melakukan prosedur pengecekan kesehatan. Total kami punya sekitar 100 karyawan yang tersebar di tujuh cabang,” tutur Edwin.
Pendapatan bisnis utama Ayam Bakar Primarasa memang berasal dari pelanggan yang makan di tempat. Namun sekarang, sekitar 50 persen total transaksi datang dari pesanan online.
JAM OPERASIONAL DIKURANGI

UMKM kuliner mitra GrabFood di Makassar, MasterCheese, juga harus mengubah jam operasionalnya menjadi lebih singkat. Usaha yang dirintis oleh Yulianti, 32, sejak 2018 masih buka untuk mempertahankan omzet.
Untungnya walau jumlah pengunjung yang makan di tempat semakin sedikit, jumlah pemesanan online terus meningkat. “Dulu sebelum Corona, 50 persen pesanan dari Grab. Sekarang pesanan online naik sampai 80 persen. Bersyukur karena ada teknologi yang membuat kami mampu bertahan di situasi sulit ini,” kisahnya.
MENGANDALKAN PESANAN ONLINE

Bagi UMKM, terutama sektor kuliner, kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan secara masif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 telah mengubah pola usaha dan perilaku pelanggan.
Erwin Susanto, 38, pengelola UMKM kuliner Martabak Mekar di Medan, bercerita bahwa kondisi pandemi Covid-19 mulai terasa di Tanah Deli. Untungnya, belum sampai membuat usahanya yang berlokasi di pusat kota menjadi sepi pembeli. Terutama karena memang kebanyakan pembelinya memesan dari aplikasi.
“Saya masih buka seperti biasa. Jumlah pesanan masih sama, belum terpengaruh pandemi. Apalagi memang lebih banyak dari online. Jauh sebelum pandemi, Grab sudah membantu menjangkau lebih banyak pembeli. Mereka tak perlu datang ke sini untuk bisa menikmati martabak kami,” jelas Erwin.
STANDAR KEBERSIHAN

Foto-foto: Grab Indonesia
Pendapatan bisnis utama Ayam Bakar Primarasa memang berasal dari pelanggan yang makan di tempat. Namun sekarang, sekitar 50 persen total transaksi datang dari pesanan online.
JAM OPERASIONAL DIKURANGI

UMKM kuliner mitra GrabFood di Makassar, MasterCheese, juga harus mengubah jam operasionalnya menjadi lebih singkat. Usaha yang dirintis oleh Yulianti, 32, sejak 2018 masih buka untuk mempertahankan omzet.
Untungnya walau jumlah pengunjung yang makan di tempat semakin sedikit, jumlah pemesanan online terus meningkat. “Dulu sebelum Corona, 50 persen pesanan dari Grab. Sekarang pesanan online naik sampai 80 persen. Bersyukur karena ada teknologi yang membuat kami mampu bertahan di situasi sulit ini,” kisahnya.
MENGANDALKAN PESANAN ONLINE

Bagi UMKM, terutama sektor kuliner, kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan secara masif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 telah mengubah pola usaha dan perilaku pelanggan.
Erwin Susanto, 38, pengelola UMKM kuliner Martabak Mekar di Medan, bercerita bahwa kondisi pandemi Covid-19 mulai terasa di Tanah Deli. Untungnya, belum sampai membuat usahanya yang berlokasi di pusat kota menjadi sepi pembeli. Terutama karena memang kebanyakan pembelinya memesan dari aplikasi.
“Saya masih buka seperti biasa. Jumlah pesanan masih sama, belum terpengaruh pandemi. Apalagi memang lebih banyak dari online. Jauh sebelum pandemi, Grab sudah membantu menjangkau lebih banyak pembeli. Mereka tak perlu datang ke sini untuk bisa menikmati martabak kami,” jelas Erwin.
STANDAR KEBERSIHAN

Foto-foto: Grab Indonesia
Lihat Juga :