Kanker Terus Mengancam

Kamis, 25 Februari 2021 - 06:13 WIB
loading...
A A A
"Sel-sel ini kemudian dapat berkembang menjadi prakanker, yakni perubahan prainvasif yang disebut CIN (cervical intraepithelial beoplasia) yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker invasif," jelas pemegang gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Bedah (MB ChB) dari University of Manchester di Inggris itu.

Jenis kanker lain yang juga terus meningkat jumlahnya adalah kanker paru. Data terbaru menyebutkan bahwa angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional meningkat hampir 10 kali lipat dibanding 15 tahun lalu.

Baca juga: Waspada Fenomena Long COVID-19, Berikut Penjelasan PDPI

Data Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebutkan bahwa insiden tertinggi di Indonesia adalah pada laki-laki dan 11,2% pada perempuan. Bagi pasien kanker paru, angka ini merupakan perjalanan hidup berliku yang harus dilalui dengan kesakitan.

Belum cukup dengan itu, pasien juga harus menghadapi beban psikososial dan ekonomi yang berdampak pada keluarga, bahkan ekonomi negara. Hingga kini pemerintah masih terus mengupayakan menekan prevalensi kanker paru melalui optimalisasi fasilitas kesehatan dan pengobatan.

Dr dr Agus Dwi Susanto SpP (K) FAPSR FISR selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan, lebih dari 80% pasien kanker paru datang setelah stadium lanjut atau stadium IV. “Dibutuhkan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat luas terkait deteksi dini dan pengobatan kanker paru,” kata dr Agus.

Terkait itu, dr Elisna Syahruddin PhD SpP (K), Ketua Pokja Kanker Paru PDPI, menambahkan, usaha yang paling penting adalah pengendalian faktor risiko yang perlu ditingkatkan secara masif agar dapat menurunkan jumlah kasus baru beberapa tahun kedepannya. “Tentu pasien perlu mendapatkan pengobatan segera,” kata dr Elisna.

Modalitas pengobatan/terapi kanker paru ditentukan jenis sel kanker, stadium penyakit saat ditemukan, dan kondisi pasien. Saat ini tidakada masalah untuk pilihan pengobatan kanker paru. Standar pengobatan di Indonesia maju dan setara dengan pedoman pengobatan internasional.

Modalitas terapi, di antaranya operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi, dapat diberikan, meski jenis pengobatan terapi target dan imunoterapi perlu dilakukan pemeriksaan khusus, yaitu bio molekuler marker.

Menurut dr Elisna, standar pengobatan kanker paru terkini bisa lebih spesifik dan diharapkan akan meningkatkan harapan hidup pasien dengan efek samping lebih ringan. “Terpenting, keseluruhan pengobatan ini dapat dilakukan di Indonesia,” ucapnya.

Masyarakat sebetulnya juga membutuhkan informasi tentang kanker, khususnya kanker paru, seperti faktor risiko, gejala, serta diagnosis dan metode pengobatan yang sesuai dengan pedoman penatalaksanaannya. Hal ini bertujuan meluruskan mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Teknologi Medis dan...
Teknologi Medis dan Terapi Presisi Hadirkan Harapan Baru Penanganan Kanker pada Perempuan
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
Rekomendasi
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Tangis Lionel Messi...
Tangis Lionel Messi Pecah, Jadi Laga Terakhirnya di Piala Dunia?
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Berita Terkini
Bawakan Dynamite, BTS...
Bawakan Dynamite, BTS Tampil Spektakuler di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Studi Ungkap Minum Kopi...
Studi Ungkap Minum Kopi Pagi Hari Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Dokter Ungkap Penentu...
Dokter Ungkap Penentu Jenis Kelamin Bayi Bukan dari Ibu, tapi Ayah
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
VISION+ Perkenalkan...
VISION+ Perkenalkan First Look My Chef in Crime, Sintya Marisca Siap Beraksi
Infografis
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved