Pulihkan Industri Pariwisata, Kemenparekraf Gulirkan TMA-SEA 2021

Rabu, 24 Februari 2021 - 19:13 WIB
loading...
Pulihkan Industri Pariwisata,...
Menyeimbangkan diri dengan penanganan Covid-19 secara menyeluruh, Kemenparekraf terus memanaskan mesin industri pariwisatanya. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Pemulihan pasar industri pariwisata Asia terus digulirkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) . Kini irisan penguatannya menyasar kawasan Asia Tenggara. Formulasinya pun melalui program Travel Meet Asia-South East Asia (TMA-SEA) 2021, 24-25 Februari 2021. Selain virtual, TMA-SEA juga digelar offline dari Yogyakarta. Program tersebut terkoneksi dengan 10 negara di ASEAN.

Baca juga: Sebelum Ikut Indonesian Idol, Ternyata Fitri Idol Sempat Ingin Menyerah Menjadi Musisi

Respons aktif tetap diberikan Kemenparekraf sepanjang masa transisi new normal. Menyeimbangkan diri dengan penanganan Covid-19 secara menyeluruh, Kemenparekraf terus memanaskan mesin industri pariwisatanya. Apalagi, TMA-SEA 2021 merupakan program B2B. Background industri yang ditawarkan pun lengkap, mulai MICE, Corporate, hingga Leisure.

Bagaimana pangsa pasarnya? TMA-SEA 2021 menyasar seluruh industri pariwisata di kawasan ASEAN. Mereka ini berasal dari Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Timor-Leste, dan Laos. Ada juga pelaku bisnis pariwisata dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu mengungkapkan, ASEAN sebagai pasar pariwisata vital.

"ASEAN menjadi pasar utama dan penting bagi pariwisata Indonesia. Secara geografis juga sangat dekat. Satu sisi, potensi wisatawan dari negara-negara di ASEAN itu sangat besar. Sebelum pandemi Covid-19, negara tersebut banyak memasok wisatawan ke Indonesia. Untuk itu, pemulihan dan penguatan pasar tetap harus dilakukan," ungkap Vinsensius dalam keterangan resminya, Rabu (24/2).

Digelar 2 hari, TMA-SEA 2021 menjadi aktivitas bussines matching yang terbagi menjadi berapa sesi. Ada conference dan juga diskusi. Disajikan juga video-video update terkait pariwisata Indonesia dari para pelaku industri dan NTOs. Menguatkan tone-nya, Kemenparekraf juga menyiapkan video taping khusus terkait tourism update. Narasumbernya Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf.

Video taping tersebut ditayangkan secara khusus melalui sesi NTOs & CVBs Talks: What We Plan for 2021. Tata waktu penayangannya pukul 14.00-14.35 Singapore Time. Dengan narasumber yang sama, Kemenparekraf juga menyiapkan pre recorded video. Diterapkan dalam tata waktu sama, video ini pun bisa diakses melalui link Acces Conference Agenda page.

"Pasar Asia harus dipulihkan secepatnya. Startnya dari ASEAN. Teritorialnya dekat dengan Indonesia dan aksesibilitasnya sangat mudah. Pasar ASEAN juga sudah mengenal kualitas pariwisata Indonesia. Apalagi, Indonesia jadi salah satu destinasi utama mereka. Jadi, info terbaru harus disampaikan kepada mereka," terang VJ, sapaan Vinsensius Jemadu.

Memberi slot besar bagi para pelaku pariwisata, ruang komunikasi juga diberikan kepada mereka. Pada hari pertama TMA-SEA 2021, kesempatan paparan diberikan kepada Wyndham Hotels & Resorts, Asia MICE, MNC Travel, dan Euro Asia Holidays. Adapun paparan hari kedua event diberikan kepada EMFA Tours & Travel juga Holiday Tours & Travel.

Baca juga: Ingin Modis Seperti Presiden Jokowi yang Mengenakan Jaket Coklat Muda? Ini Kisaran Harga Jaketnya

"TMA-SEA 2021 dengan format B2B tentu menjadi momentum bisnis yang bagus. Kami optimistis akan ada banyak deal. Dari situ, tentu menjadi angin segar bagi pergerakan kembali industri pariwisata di tanah air. Bagaimanapun, upaya pemulihan dan percepatan terus dilakukan. Tujuannya agar kembali memberi impact positif optimal begitu pandemi Covid-19 dinyatakan aman," kata Koordinator Area II Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Nailis Saadah.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Konflik Timur Tengah...
Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Kemenpar Buka Pasar Baru di Asia dan Oceania
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Masa Depan Pariwisata...
Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Pastikan Finis Runner-up
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved