Rambut Rontok Diidentifikasi sebagai Salah Satu Gejala Long Covid
Kamis, 25 Februari 2021 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet, seperempat pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengeluhkan rambut rontok sebagai efek samping utama Covid-19. Para peneliti mengevaluasi 1.655 pasien yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, di mana 359 orang (22%) pernah mengalami kerontokan rambut enam bulan setelah dipulangkan. Rambut rontok ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria.
Selain rambut rontok, temuan penelitian juga melaporkan prevalensi gejala seperti kelelahan atau kelemahan otot, kesulitan tidur, dan kecemasan atau depresi.
Baca Juga: Makanan Kaya Vitamin D yang Harus Ditambahkan dalam Menu Diet Anda
"Pasien yang sakit parah selama tinggal di rumah sakit memiliki gangguan kapasitas difusi paru yang lebih parah serta manifestasi pencitraan dada yang abnormal, dan merupakan populasi target utama untuk intervensi pemulihan jangka panjang," tulis laporan tersebut.
Sementara rambut rontok dilaporkan pada 22% pasien, 26% mengeluhkan kesulitan tidur dan kecemasan serta depresi dilaporkan pada 23% pasien.
Selain rambut rontok, temuan penelitian juga melaporkan prevalensi gejala seperti kelelahan atau kelemahan otot, kesulitan tidur, dan kecemasan atau depresi.
Baca Juga: Makanan Kaya Vitamin D yang Harus Ditambahkan dalam Menu Diet Anda
"Pasien yang sakit parah selama tinggal di rumah sakit memiliki gangguan kapasitas difusi paru yang lebih parah serta manifestasi pencitraan dada yang abnormal, dan merupakan populasi target utama untuk intervensi pemulihan jangka panjang," tulis laporan tersebut.
Sementara rambut rontok dilaporkan pada 22% pasien, 26% mengeluhkan kesulitan tidur dan kecemasan serta depresi dilaporkan pada 23% pasien.
(tsa)
Lihat Juga :