Pentingnya Penerapan Prokes dan Vaksinasi Covid-19 di Masa Pandemi
Senin, 01 Maret 2021 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
" Pasien terkonfirmasi positif dengan gejala sedang, gejala berat dan kritikal merupakan pasien yang wajib dirawat di rumah sakit. Yang membedakan adalah pada gejala berat dan kritikal pasien harus mendapatkan pengawasan ketat di ruang ICU, sedangkan pasien tanpa gejala hingga gejala ringan dapat melakukan isolasi secara mandiri di rumah atau di tempat-tempat yang telah disediakan untuk melakukan isolasi," jelas Prof Menaldi.
Menurutnya, angka di RS Persahabatan menunjukkan 17% dari pasien dengan gejala sedang dapat lompat menjadi pasien kritis. Sedangkan pada gejala berat sekitar 30% masuk ke dalam kasus kritis dan angka kematian pada kasus kritis sebesar 53%.
Untuk itu, Prof. dr. Menaldi berharap agar semua pihak dapat mengungkap pasien-pasien dengan gejala ringan dan ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi gejala sedang, berat, terlebih lagi kritis. Cara pencegahan dengan memutus mata rantai penyebaran melalui dua tahap yaitu tahap primer adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan) bagi masyarakat, dan bagi pemerintah atau pengelola 3T (tes, telusur, terapi) juga melalui tahap pencegahan kedua yaitu pencegahan secara sekunder dengan melakukan vaksinasi agar tercipta herd immunity secara etis.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. dr. Jusak Nugraha, Sp.PK (K) menjelaskan mengenai asal-usul, karakteristik dan jenis virus corona. Diungkapkannya bahwa virus ini 79,1% menyerang usia 19-59 tahun dan 10,4% pada usia di atas 60 tahun dengan kasus fatal yang semakin meningkat pada usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya dengan tingkat kematian sebesar 3,4%.
Sesi terakhir, Dr. dr. Rachmat Sentika, Sp.A., MARS menerangkan tentang adaptasi kebiasaan baru di keluarga yakni menerapkan protokol kesehatan 5M, berolahraga secara rutin, menjaga pola makan sehat dan setiap anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah agar segera mandi dan berganti pakaian setibanya di rumah sebelum bersentuhan dengan anggota keluarga lainnya.
Menurutnya, angka di RS Persahabatan menunjukkan 17% dari pasien dengan gejala sedang dapat lompat menjadi pasien kritis. Sedangkan pada gejala berat sekitar 30% masuk ke dalam kasus kritis dan angka kematian pada kasus kritis sebesar 53%.
Untuk itu, Prof. dr. Menaldi berharap agar semua pihak dapat mengungkap pasien-pasien dengan gejala ringan dan ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi gejala sedang, berat, terlebih lagi kritis. Cara pencegahan dengan memutus mata rantai penyebaran melalui dua tahap yaitu tahap primer adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan) bagi masyarakat, dan bagi pemerintah atau pengelola 3T (tes, telusur, terapi) juga melalui tahap pencegahan kedua yaitu pencegahan secara sekunder dengan melakukan vaksinasi agar tercipta herd immunity secara etis.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. dr. Jusak Nugraha, Sp.PK (K) menjelaskan mengenai asal-usul, karakteristik dan jenis virus corona. Diungkapkannya bahwa virus ini 79,1% menyerang usia 19-59 tahun dan 10,4% pada usia di atas 60 tahun dengan kasus fatal yang semakin meningkat pada usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya dengan tingkat kematian sebesar 3,4%.
Sesi terakhir, Dr. dr. Rachmat Sentika, Sp.A., MARS menerangkan tentang adaptasi kebiasaan baru di keluarga yakni menerapkan protokol kesehatan 5M, berolahraga secara rutin, menjaga pola makan sehat dan setiap anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah agar segera mandi dan berganti pakaian setibanya di rumah sebelum bersentuhan dengan anggota keluarga lainnya.
Lihat Juga :