Diproses seperti Kopi Luwak, Kopi Burung Jacu Miliki Rasa yang Unik
Rabu, 03 Maret 2021 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
Biji kopi kemudian harus diekstraksi dari kotorannya dengan tangan, dicuci, dan dikupas dari selaput pelindungnya. Pekerjaan melelahkan inilah yang membuat kopi burung jacu jauh lebih mahal daripada varietas kopi lainnya.
Sloper memuji burung jacu atas rasa yang luar biasa dari kopi gourmetnya, karena mereka hanya makan ceri kopi paling matang. Berbeda dengan kopi luwak yang dicerna oleh musang, biji kopi bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan burung jacu dan tidak terdegradasi oleh protein hewani atau asam lambung.
Baca juga: Keajaiban Membantu Tanpa Berharap
Buah ceri yang dihasilkan disangrai, dan minumannya kabarnya memiliki rasa yang unik, seperti kacang dengan nuansa adas manis. Baik karena kualitas dan kelangkaannya, kopi burung jacu adalah salah satu varietas kopi termahal di dunia, dijual dengan harga sekitar USD1.000/kilogram atau sekitar Rp14 juta.
Sloper memuji burung jacu atas rasa yang luar biasa dari kopi gourmetnya, karena mereka hanya makan ceri kopi paling matang. Berbeda dengan kopi luwak yang dicerna oleh musang, biji kopi bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan burung jacu dan tidak terdegradasi oleh protein hewani atau asam lambung.
Baca juga: Keajaiban Membantu Tanpa Berharap
Buah ceri yang dihasilkan disangrai, dan minumannya kabarnya memiliki rasa yang unik, seperti kacang dengan nuansa adas manis. Baik karena kualitas dan kelangkaannya, kopi burung jacu adalah salah satu varietas kopi termahal di dunia, dijual dengan harga sekitar USD1.000/kilogram atau sekitar Rp14 juta.
(nug)
Lihat Juga :