Ini Sejarah Penetapan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional
Senin, 08 Maret 2021 - 10:13 WIB
loading...
Hari Perempuan Internasional dirayakan di banyak negara di seluruh dunia pada hari ini. Foto Ilustrasi/Days of the Year
A
A
A
JAKARTA - Hari Perempuan Internasional jatuh hari ini, Senin (8/3). Hari Perempuan Internasional dirayakan di banyak negara di seluruh dunia. Ini adalah hari di mana perempuan diakui atas pencapaian mereka tanpa memandang perpecahan, baik nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi atau politik.
Dilansir dari BBC, Hari Perempuan Internasional tumbuh dari gerakan buruh menjadi acara tahunan yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ini berawal pada 1908, ketika 15.000 wanita berbaris melalui New York City menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih. Itu adalah Partai Sosialis Amerika yang mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional pertama, setahun kemudian.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Stendhal, Gangguan Fisik dan Mental yang Disebabkan Keindahan Karya Seni
Ide untuk membuat hari internasional datang dari seorang wanita bernama Clara Zetkin. Dia menyarankan ide tersebut pada 1910 dalam Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen, Denmark. Ada 100 wanita di sana dari 17 negara, dan mereka menyetujui sarannya dengan suara bulat.
Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Tahun ini secara teknis Hari Perempuan Internasional dirayakan untuk yang ke-110 kali.
Hari Perempuan Internasional diresmikan pada 1975 ketika PBB mulai merayakan hari itu. Tema pertama yang diadopsi oleh PBB pada 1996 adalah Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan.
Dilansir dari BBC, Hari Perempuan Internasional tumbuh dari gerakan buruh menjadi acara tahunan yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ini berawal pada 1908, ketika 15.000 wanita berbaris melalui New York City menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih. Itu adalah Partai Sosialis Amerika yang mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional pertama, setahun kemudian.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Stendhal, Gangguan Fisik dan Mental yang Disebabkan Keindahan Karya Seni
Ide untuk membuat hari internasional datang dari seorang wanita bernama Clara Zetkin. Dia menyarankan ide tersebut pada 1910 dalam Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen, Denmark. Ada 100 wanita di sana dari 17 negara, dan mereka menyetujui sarannya dengan suara bulat.
Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Tahun ini secara teknis Hari Perempuan Internasional dirayakan untuk yang ke-110 kali.
Hari Perempuan Internasional diresmikan pada 1975 ketika PBB mulai merayakan hari itu. Tema pertama yang diadopsi oleh PBB pada 1996 adalah Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan.
Lihat Juga :