Jadi Kelompok Rentan COVID-19, Pemenuhan Nutrisi dan Vaksin bagi Lansia Harus Optimal
Selasa, 09 Maret 2021 - 04:31 WIB
loading...
A
A
A
Adanya penyakit penyerta atau komorbid juga meningkatkan terjadinya inflamasi kronis. Akibatnya akan ada peningkatan risiko infeksi, peningkatan risiko kanker, peningkatan risiko penyakit autoimun, penurunan respon terhadap imunisasi, dan penurunan respons terhadap pengobatan infeksi.
Baca Juga: International Women's Day, Chelsea Islan Serukan Perlunya Banyak Tokoh Perempuan Inspiratif
Prof. Siti juga mengingatkan kondisi khusus yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia . “Faktor-faktor yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah faktor intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, serta faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan. Kebiasaan seperti merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin tersebut,” paparnya.
Ia juga mengingatkan energi, protein, serta mikronutrien penting untuk tulang, otot, dan fungsionalitas. “Untuk itu direkomendasikan agar energi minimal di atas 21 kcal/kg BB, protein 1.0-1.5 g/kgBB/hari (25-30 gr) tiap kali makan, dan suplementasi apabila perlu, tetapi tetap perlu dicek dengan dokter,” terang Prof. Siti.
Baca Juga: International Women's Day, Chelsea Islan Serukan Perlunya Banyak Tokoh Perempuan Inspiratif
Prof. Siti juga mengingatkan kondisi khusus yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia . “Faktor-faktor yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah faktor intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, serta faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan. Kebiasaan seperti merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin tersebut,” paparnya.
Ia juga mengingatkan energi, protein, serta mikronutrien penting untuk tulang, otot, dan fungsionalitas. “Untuk itu direkomendasikan agar energi minimal di atas 21 kcal/kg BB, protein 1.0-1.5 g/kgBB/hari (25-30 gr) tiap kali makan, dan suplementasi apabila perlu, tetapi tetap perlu dicek dengan dokter,” terang Prof. Siti.
(tsa)
Lihat Juga :