Hari Musik Nasional, Ini Perkembangan Musik Indonesia dari Era '70-an hingga 2010
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Tahun 2000-an menjadi dunia musik baru, tren musik indie, grup musik pop dan musik dangdut. Memasuki tahun 2000-an genre musik Indonesia sudah semakin beragam, masyarakat juga memiliki selera musik yang berbeda-beda.
Di awal tahun 2000-an musik pop masih berjaya dan melahirkan banyak grup band pop seperti Sheila on 7, Kerispatih, dan Naif. Tahun 2005 terjadi fenomena indie boom yang melahirkan banyak musisi indie seperti White Shoes and The Couples Company, Sore, Seringai, The Adams, dan masih banyak lagi.
Pada era ini, musik dangdut koplo juga kian diminati oleh penikmat musik Tanah Air sebagai tawaran baru atas musik dangdut klasik. Lagu Goyang Dombret Inul Daratista merupakan pelopor tren dangdut koplo pertama di era industri musik tahun 2000-an.
Baca Juga: BTS Sumbangkan Busana di Video Musik Life Goes On untuk Amal
Fenomena tren musik melayu, boyband-girlband, dan dangdut koplo muncul di tahun 2010-an. Era musik 2010-an mungkin sudah cukup familiar bagi para penikmat musik Indonesia. Berbagai tren musik bermunculan di tahun ini, salah satunya kehadiran boyband dan girlband yang terinspirasi dari budaya Korea. Sebut saja SMASH, JKT48, Cherrybelle, 7icons, dan sederet boyband dan girlband lain dengan mengusung gaya, model lagu, serta koreografi yang mirip musik K-Pop.
Di era tahun 2010-an, label musik besar juga mulai memperkenalkan tren musik pop melayu hingga melahirkan deretan grup musik pop melayu seperti ST12, Wali, The Bagindas, dan Armada. Selain itu, tren dangdut koplo juga semakin populer lewat media sosial dan banyak diminati berbagai kalangan masyarakat.
“Musik adalah bahasa atau perantara kita untuk mengekspresikan kata hati. Melalui musik, kita juga dapat mengetahui fenomena suatu peradaban,” ujar Head of Marketing JOOX Indonesia Yuanita Agata.
Di awal tahun 2000-an musik pop masih berjaya dan melahirkan banyak grup band pop seperti Sheila on 7, Kerispatih, dan Naif. Tahun 2005 terjadi fenomena indie boom yang melahirkan banyak musisi indie seperti White Shoes and The Couples Company, Sore, Seringai, The Adams, dan masih banyak lagi.
Pada era ini, musik dangdut koplo juga kian diminati oleh penikmat musik Tanah Air sebagai tawaran baru atas musik dangdut klasik. Lagu Goyang Dombret Inul Daratista merupakan pelopor tren dangdut koplo pertama di era industri musik tahun 2000-an.
Baca Juga: BTS Sumbangkan Busana di Video Musik Life Goes On untuk Amal
Fenomena tren musik melayu, boyband-girlband, dan dangdut koplo muncul di tahun 2010-an. Era musik 2010-an mungkin sudah cukup familiar bagi para penikmat musik Indonesia. Berbagai tren musik bermunculan di tahun ini, salah satunya kehadiran boyband dan girlband yang terinspirasi dari budaya Korea. Sebut saja SMASH, JKT48, Cherrybelle, 7icons, dan sederet boyband dan girlband lain dengan mengusung gaya, model lagu, serta koreografi yang mirip musik K-Pop.
Di era tahun 2010-an, label musik besar juga mulai memperkenalkan tren musik pop melayu hingga melahirkan deretan grup musik pop melayu seperti ST12, Wali, The Bagindas, dan Armada. Selain itu, tren dangdut koplo juga semakin populer lewat media sosial dan banyak diminati berbagai kalangan masyarakat.
“Musik adalah bahasa atau perantara kita untuk mengekspresikan kata hati. Melalui musik, kita juga dapat mengetahui fenomena suatu peradaban,” ujar Head of Marketing JOOX Indonesia Yuanita Agata.
(tsa)
Lihat Juga :